JOB Tomori Gelar Aksi Bergizi untuk Remaja

JOB Tomori bersama Dinkes Banggai dan FKM Unhas menggelar program Aksi Bergizi kepada remaja putri. FOTO: IST.

BANGGAI, MERCUSUAR – JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banggai dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar program Aksi Bergizi, dengan mengandalkan teh daun kelor sebagai solusi lokal untuk meningkatkan pola makan, status gizi, dan kadar hemoglobin bagi remaja putri.

Kegiatan tersebut digelar di SMKN 1 Batui Selatan, Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Al-Muhajirin Sinorang, serta SMAN 1 Batui Selatan, Kabupaten Banggai, pada 24—26 Februari 2025.

Program tersebut digelar akibat tingginya angka anemia di kalangan remaja putri, yang menjadi perhatian serius dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, karena revalensi anemia pada remaja putri mencapai 32 persen.

Penelitian yang dilakukan oleh FKM Unhas di Kecamatan Batui Selatan pada tahun 2024, yang melibatkan sebanyak 53 Remaja Putri usia 12—18 tahun, menemukan 31 persen mengalami anemia.

Menjawab tantangan tersebut, teh daun kelor disebut sebagai solusi anemia, yakni sebuah kondisi berkurangnya sel darah merah (eritrosit) atau massa Hemoglobin (Hb), sehingga sel darah merah tidak mampu memenuhi fungsinya sebagai pembawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Hemoglobin merupakan protein yang kaya zat besi, dan salah satu makanan sumber zat besi adalah daun kelor. Selain mudah diakses, daun kelor juga dikenal sebagai tanaman nutrasetikal yang kaya akan zat besi dan antioksidan dengan kandungan zat besi sebanyak 28,29 miligram/100 gram daun kelor.

Salah satu bentuk olahan daun kelor adalah dibuat dalam bentuk serbuk teh, sehingga dapat menjadi alternatif alami untuk mengatasi anemia yang umum terjadi pada remaja putri dengan memanfaatkan pangan lokal.

Metode Intervensi tersebut melibatkan sebanyak 115 siswi dari tiga sekolah, yang menerima intervensi dengan skema masing-masing MTs dan MA Al-Muhajirin Sinorang sebanyak 31 siswi mengonsumsi teh kelor dua kali seminggu dengan edukasi kesehatan.

SMKN 1 Batui Selatan sebanyak 42 siswi menginsumsi teh kelor sekali seminggu disertai edukasi kesehatan. SMAN 1 Batui Selatan sebanyak 42 siswi merupakan Kelompok Kontrol yang menerima Multiple Micronutrient Supplement (MMS) sekali seminggu dengan edukasi kesehatan.

Selain pemberian teh kelor, juga dilakukan skrining HB untuk mendeteksi risiko anemia, pemantauan gangguan menstruasi, serta evaluasi pola makan. Edukasi kesehatan tersebut diberikan melalui video informatif dengan tema “Anemia” Isi Piringku dan Jajanan Sehat” “Kantin Sekolah Sehat,” serta “Aktivitas Fisik.”

General Manager JOB Tomori, Andry menyampaikan langkah kolaboratif untuk generasi sehat perlu pendekatan kolaboratif antara JOB Tomori, Dinkes Banggai dan FKM Unhas.

“Program Aksi Bergizi diharapkan dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi kesehatan remaja putri di Kabupaten Banggai, yang merupakan sebagai bentuk pembekalan dalam mempersiapkan generasi masa depan yang sehat, berkualitas dan terhindar dari stunting,” kata Andry.

Menurutnya, inisiatif tersebut membuktikan bahwa pemanfaatan bahan lokal yang kaya nutrisi seperti kelor, mampu menjadi solusi efektif dalam menekan angka anemia dan meningkatkan kualitas hidup generasi muda.

“Melalui program ini, diharapkan terjadi peningkatan kesadaran gizi, perbaikan pola makan, serta peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri,” ujarnya.

Olehnya itu, lanjut Andry, JOB Tomori mengajak seluruh elemen dan komponen masyarakat untuk mendukung keberlanjutan program tersebut, dengan memperhatikan aspek kesadaran individu, perubahan perilaku, penguatan budaya lokal, serta sistem pendukung yang berkelanjutan.

“Maka dampaknya terhadap kesehatan remaja putri di Banggai dapat lebih maksimal dan berjangka panjang,” tandas Andry. */PAR

Pos terkait