BIROBULI SELATAN, MERCUSUAR – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkum Sulteng) mengapresiasi capaian satu tahun kepemimpinan Anwar Hafid dan Reny A. Lamadjido melalui program “Sulteng BERANI” yang dinilai menunjukkan tren positif pembangunan daerah.
Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, dalam kegiatan Tasyakuran 1 Tahun Sulteng BERANI di pelataran Masjid Raya Baitul Khairaat, Minggu (22/2/2026), yang dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran perangkat daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dalam sambutannya menyampaikan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 serta pertumbuhan ekonomi yang berada di posisi kedua tertinggi se-Sulawesi menjadi indikator awal menguatnya fondasi pembangunan daerah.
Menanggapi hal tersebut, Rakhmat Renaldy menegaskan, capaian pembangunan harus ditopang dengan penguatan regulasi dan budaya hukum agar keberlanjutan program dapat berjalan optimal.
Ia menyatakan, Kanwil Kemenkum Sulteng siap bersinergi untuk memastikan setiap kebijakan strategis daerah memiliki landasan hukum yang kuat, harmonis, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Menurutnya, pembangunan berkelanjutan memerlukan regulasi yang adaptif dan berkualitas.
Lebih lanjut, sembilan program prioritas BERANI yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga konektivitas wilayah dinilai memerlukan dukungan peraturan perundang-undangan yang selaras dengan kebijakan nasional maupun kebutuhan daerah.
Di sektor pendidikan melalui program BERANI Cerdas, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan kembali membuka pendaftaran bantuan pendidikan pada April 2026 serta menjalin kerja sama dengan ratusan perguruan tinggi di Indonesia melalui mekanisme pembayaran UKT langsung ke kampus penerima.
Sementara di sektor kesehatan melalui BERANI Sehat, masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan hanya dengan menggunakan KTP. Pemerintah daerah juga merencanakan pengembangan Rumah Sakit Pendidikan guna memenuhi kebutuhan dokter spesialis secara mandiri di Sulawesi Tengah.
Selain itu, program daerah turut diselaraskan dengan kebijakan nasional seperti Makan Bergizi Gratis, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, dan Sekolah Rakyat yang telah mulai berjalan.
Pada sektor konektivitas dan ekonomi, pemerintah daerah menargetkan pembukaan penerbangan internasional langsung serta pengembangan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri agar dapat ditingkatkan statusnya menjadi embarkasi haji guna memperluas akses investasi dan meningkatkan kunjungan ke Sulawesi Tengah.
Rakhmat Renaldy menegaskan komitmen Kanwil Kemenkum Sulteng dalam mendukung upaya tersebut melalui fasilitasi harmonisasi produk hukum daerah, penguatan kesadaran hukum masyarakat, serta optimalisasi layanan kekayaan intelektual dan administrasi hukum umum.
Kegiatan tasyakuran tersebut turut dirangkaikan dengan dzikir dan doa bersama, buka puasa bersama masyarakat, serta pelepasan Tim Safari Ramadan Pemprov Sulteng Tahun 2026 yang akan menyosialisasikan program prioritas ke seluruh kabupaten dan kota di wilayah Sulawesi Tengah. */JEF
Kemenkum Sulteng Apresiasi 1 Tahun Sulteng BERANI






