Kopi Peranina Siap Manjakan Tamu Hotel di Palu

Penandatanganan perjanjian kerja sama promosi dan pemasaran komoditi perkebunan dan НKВK antara kelompok penghidupan hijau, Desa Bariri Kecamatan Lore Tengah, dengan Hotel Jazz Palu, Senin (8/7/2024). FOTO: KARTINI NAINGGOLAN/MS

PALU, MERCUSUAR – Kopi Peranina dari lembah Behoa siap memanjakan tamu hotel di kota Palu. Hal itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama promosi dan pemasaran komoditi perkebunan dan Hasil Hutan Bukan Kayu (НKВK), antara kelompok penghidupan hijau Desa Bariri Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso dengan Hotel Jazz Palu, Senin (8/7/2024).

Melalui kerja sama ini, pecinta kopi atau pengunjung hotel Jazz yang beralamat di Jalan Zebra kota Palu, akan menikmati kopi berkualitas dari Lembah Behoa.

General Manager Hotel Jazz, I Wayan Suardana menyatakan bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk membuka peluang bagi Usaha Kecil Menengah (UKM). Hal itu sudah dilakukan sejak lima tahun, dengan ikut mempromosikan produk UKM dari Desa Oncone Kabupaten Parigi Moutong, yaitu gula semut.

Menurut Wayan, langkah awal kerja sama dengan kelompok penghidupan hijau Desa Bariri yaitu dengan memperkenalkan kopi Peranina kepada tamu hotel.

“Bila responsnya positif, kerja sama ini akan diteruskan. Kita mulai dengan langkah awal terlebih dahulu. Kami akan menilai responsnya. Jika baik, kami akan melanjutkan kerja sama ini,” ujar Wayan.

Di tempat yang sama, Sekretaris Kelompok Penghidupan Hijau Desa Bariri, Oktaviani Krisilia mengatakan bahwa kopi robusta yang diproduksinya berasal dari petani lokal, yang tergabung dalam komunitas Penghidupan Hijau.

Komunitas tersebut, kata dia, terdiri dari 10 orang yang aktif terlibat dalam seluruh proses, mulai dari pemetikan, pemilahan, penjemuran, hingga produksi. Selain itu, juga telah mengikuti pelatihan pengolahan kopi, di mana pengetahuan dari pelatihan tersebut telah diterapkan dalam produksi. Untuk alat produksi, mendapat bantuan dari salah satu lembaga swadaya masyarakat.

Direktur Relawan Orang dan Alam (ROA), M. Subarkah sebagai pihak yang menghubungkan perajin kopi dari Desa Bariri dengan manajemen Hotel Jazz, menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk membantu perajin mengakses pasar, termasuk kalangan konsumen menengah.

Pos terkait