LEMBAGA PENDIDIKAN TERTUA

  • Whatsapp
RAPAT koordinasi Penguatan Kelembagaan Pendidikan Pondok Pesantren Provinsi Sulteng, Selasa (10/7/2018). FOTO: KARTINI NAINGGOLAN/MS

PALU, MERCUSUAR – Pondok pesantren (Ponpes) adalah lembaga pendidikan tertua yang ada di Indonesia, sehingga harus jadi teladan atau panutan bagi sistem pendidikan karakter yang sedang jadi tema sentral pendidikan saat ini.

Hal itu dikatakan Gubernur Sulteng dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Asisten Administrasi Umum dan Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sulteng Moeliono SE Ak MM saat pembukaan rapat koordinasi (Rakor) Penguatan Kelembagaan Pendidikan Ponpes Provinsi Sulteng, Selasa (10/7/2018).

Berita Terkait

Pilihan Redaksi :  KASUS PENGGANTIAN JEMBATAN TORATE CS, Mantan Kasatker Dituntut Penjara Empat Tahun Enam Bulan

Menurutnya, Ponpes telah berdiri jauh sebelum bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Selain sebagai lembaga keilmuan, pelatihan, pemberdayaan masyarakat dan keagamaan, ponpes juga berperan sebagai simpul budaya religius yang terpatri dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Dalam konteks kekinian, kata dia, lembaga ponpes yang menurut data terakhir jumlahnya telah mencapai kurang lebih 28 ribu dan tersebar di wilayah kota sampai pelosok-pelosok desa, termasuk di Sulteng.

“Sangat diharapkan ponpes menghasilkan lulusan-lulusan santri yang adaptif dengan dinamika zaman yang mampu menguasai Iptek dan pemahaman agama secara sinkron, dengan menjadikan Alquran dan hadist sebagai sumber inspirasi dan rujukan yang utama,” kata Mulyono.

Meskipun ponpes, lanjutnya, menggunakan kurikulum nasional, namun diharapkan nilai-nilai Keislaman yang ada didalamnya harus benar-benar ditonjolkan sebagai pembedanya dengan lembaga-lembaga pendidikan pada umumnya.

Pilihan Redaksi :  Banjir Rob Terjang Bantaran Sungai Poso

Gubernur juga berharap melalui rakor itu dapat diperoleh data akurat mengenai jumlah ponpes yang saat ini masih eksis di setiap kabupaten/kota, jumlah santri, tenaga pengajar, sistem manajemen dan bisa dipilah pesantren yang perlu mendapat asistensi atau bantuan-bantuan lebih lanjut dalam rangka meningkatkan mutu kualitas penyelenggaraan pendidikan.

Hadir dalam rakor tersebut, Kepala Bagian Bina Sumber Daya manusia, Kebudayaan dan Kesosmas Drs H Amran Muis MM, pengurus Ponpes Raudlatul Mustafa Lil Khairaat, Al-Khairaat Pusat Palu, Al-Istiqomah Ngatabaru, Ponpes Madinatul Ilmi Dolo, Kementrian Agama Kota Palu dan Kabupaten Sigi.TIN

Baca Juga