MAN 2 Kota Palu, Dukung Penuh Murid Tembus Perguruan Tinggi

Taufik Abd. Rahim (FOTO)

PALU, MERCUSUAR – Madrasah Aliyah Negeri 2 (MAN 2) Kota Palu berkomitmen mendukung penuh para muridnya, untuk dapat menembus ketatnya persaingan masuk ke perguruan tinggi, termasuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

“Kami tidak hanya menerima murid, melakukan proses pembelajaran hingga menamatkan, tetapi juga sampai mendorong dan mengarahkan prosesnya ke perguruan tinggi,” kata Kepala MAN 2 Kota Palu, Dr. H. Taufik Abd. Rahim, di ruang kerjanya, Senin (6/4/2026).

Taufik menuturkan, MAN 2 Kota Palu saat ini menjadi satu-satunya madrasah di Sulteng yang memiliki tim khusus, yang memiliki program terkait hal tersebut.

“Kami punya tim Plus PTN, inilah yang bekerja untuk mengarahkan dan membimbing murid-murid, termasuk bekerja membuka keran informasi terkait beasiswa-beasiswa yang berpotensi diraih oleh para murid untuk melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri,” ujarnya.

Tahun ini, dua murid kelas XII MAN 2 Kota Palu berhasil lulus pada dua perguruan tinggi di luar negeri. Masing-masing Fatahillah Salim yang lolos beasiswa di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi. Selain itu, Cahaya Ramadhani lolos di salah satu universitas di Turkiye.

“Fatahillah merupakan hafiz (penghafal) Al-Qur’an 30 juz. Kalau Cahaya tergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler Intelegensi Madrasah Olympic (IMO),” imbuh Taufik.

Sementara itu, MAN 2 Kota Palu juga berhasil mencatat sebanyak 64 murid kelas XII lolos ke berbagai perguruan tinggi melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP). Di antara kampus yang berhasil ditembus adalah Universitas Indonesia (UI), Universitas Negeri Malang, Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Negeri Makassar (UNM), dan Universitas Tadulako (Untad).

“Untuk jalur SPAN PTKIN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) kami masih menunggu pengumuman dalam waktu dekat ini,” kata Taufik.

Bagi murid-murid yang tidak lolos pada jalur SNBP, lanjut Taufik, pihaknya tetap mendampingi untuk berproses pada jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) dan mengikuti UTBK. Pembimbingan bahkan dilakukan sejak lebih dini, dengan terintegrasi ke dalam jadwal pembelajaran per pekannya.

“Walaupun di bulan Ramadan lalu kelas XII telah selesai ujian, namun anak-anak masih tetap lanjut mengikuti bimbingan UTBK,” tandasnya. IEA

Pos terkait