Mencintai Kehidupan, Mencintai Danau Poso

Tarian kolosal “Silo Ndano” yang dibawakan 175 pelajar di Tentena, mengawali malam pembukaan FDP 2026, di Anjungan Danau Poso, Kamis (15/10/2026). FOTO: IMAM EL ABRAR/MS

POSO, MERCUSUAR – Gelaran Festival Danau Poso (FDP) 2026 resmi dibuka oleh Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid, di Anjungan Danau Poso, Tentena, Kabupaten Poso, Kamis (15/10/2026). Malam pembukaan diawali tarian kolosal Silo Ndano yang ditampilkan 175 pelajar dari berbagai sekolah di Tentena.

Anwar Hafid dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat Sulteng, khususnya Poso, untuk menjadikan FDP sebagai momentum mempererat rasa saling menyayangi.

“Sulawesi Tengah ini adalah daerah multietnis, multiagama, dan bisa menjadi kekuatan besar apabila kita memiliki rasa kasih dan sayang di dalam hati kita,” tegas Anwar.

Ia juga menekankan bahwa budaya memiliki kekuatan besar, sama dengan kekuatan cinta. Menurutnya, orang-orang yang memiliki rasa cinta adalah orang yang berbudaya.

“Cinta kepada sesama adalah warisan nilai-nilai luhur budaya yang ditinggalkan oleh orang-orang tua kita, nenek moyang kita,” imbuhnya.

Anwar juga mengibaratkan Danau Poso sebagai ibu yang memberikan kehidupan bagi seluruh masyarakat Poso, bahkan Sulteng pada umumnya.

“Danau Poso adalah kehidupan. Kalau kita mencintai kehidupan, maka cintailah Danau Poso dengan segala usaha kita, lestarikan dan jaga pohon-pohon di sekitarnya, jangan sembarang membuang sampah plastik,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Poso, dr. Verna G.M. Inkiriwang menekankan FDP yang pertama kali digelar pada tahun 1989, merupakan salah satu event penting dalam perjalanan pembangunan pariwisata dan pelestarian budaya di Kabupaten Poso. Menjadi wadah untuk memperkenalkan kekayaan alam, seni tradisi dan keberagaman budaya masyarakat Poso.

“Bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum kami dalam meneguhkan kembali identitas budaya untuk memperkuat persatuan, serta mendorong kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Poso,” ujar Verna.

“FDP memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar sebuah pertunjukan. Festival ini adalah bagian dari perjalanan sejarah, bagian dari identitas, kebanggaan dan harapan masyarakat Poso untuk terus bergerak maju,” sambungnya.

Verna menegaskan, keragaman budaya merupakan kekuatan yang harus terus dirawat oleh segenap masyarakat Poso, sebagai bagian dari jati diri Tana Sintuwu Maroso.

“Semangat Sintuwu Maroso mengajarkan kepada kita tentang pentingnya kebersamaan, persaudaraan, gotong royong dan hidup berdampingan dalam keberagaman. Nilai-nilai inilah yang akan terus kita aktualisasikan dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus kita jadikan fondasi membangun Kabupaten Poso yang harmonis maju berdaya saing dan berkelanjutan,” tuturnya.

Tema yang diangkat dalam FDP 2026 adalah “The Power of Culture” menurut Verna, menunjukkan bahwa budaya memiliki kekuatan besar untuk menyatukan perbedaan serta menguatkan karakter masyarakat.

“Budaya memiliki kemampuan untuk menyatukan perbedaan, budaya akan memperkuat karakter generasi muda, budaya mampu membangun citra positif daerah, serta akan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” tandas Verna. IEA

Pos terkait