OMI 2026, Ratusan Peserta Berebut Tiket Tingkat Nasional

Foto bersama usai pembukaan OMI 2026 tingkat Provinsi Sulteng, di auditorium MAN 2 Kota Palu, Senin (5/9/2026). FOTO: FERIZAL/KEMENAG

PALU, MERCUSUAR – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulteng, Dr. H. Junaidin membuka ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Provinsi Sulteng, di Auditorium MAN 2 Kota Palu, Senin (5/10/2026).

Dalam sambutannya, Junaidin menegaskan OMI bukan sekadar ajang untuk mencari pemenang. Namun, juga menjadi ikhtiar menemukan, mengembangkan dan menguatkan potensi murid-murid madrasah.

OMI tingkat Provinsi Sulteng tahun ini diikuti 429 peserta yang merupakan juara I, II, dan III pada tingkat kabupaten/kota. Para peserta berkompetisi di 12 titik lokasi se-Sulteng, dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) untuk memperebutkan posisi terbaik pada 11 mata pelajaran dan melanjutkan ke ajang tingkat nasional.

Junaidin menegaskan, OMI tidak boleh dipandang semata-mata sebagai kompetisi untuk memeroleh medali. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk menemukan talenta dari berbagai wilayah di Sulteng, sekaligus menunjukkan kemampuan madrasah dalam membina peserta didik yang berprestasi dan berdaya saing.

“Dari ruang-ruang kelas yang sederhana bisa lahir pikiran-pikiran besar. Dari madrasah-madrasah kita bisa muncul generasi yang kelak bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulteng, H. Muh. Syamsu Nursi, dalam laporannya menyampaikan, elaksanaan OMI tingkat provinsi merupakan kelanjutan dari kompetisi tingkat kabupaten/kota, yang sebelumnya diikuti 3.910 peserta pada 88 titik lokasi di seluruh Sulteng. Selain madrasah, kompetisi tersebut juga melibatkan 19 sekolah umum dari jenjang SD, SMP, dan SMA.

“OMI tidak hanya menjadi kompetisi antarpeserta didik, tetapi menjadi bagian dari proses pembinaan berjenjang untuk menjaring talenta terbaik dari Sulawesi Tengah,” kata Syamsu.

Ia berharap, OMI 2026 melahirkan lebih banyak talenta unggul dari Sulteng, yang tidak hanya mampu meraih prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, kreativitas, dan daya saing untuk berkompetisi di tingkat nasional hingga internasional. */IEA

Pos terkait