Pembangunan Kelautan dan Perikanan, DKP Tetapkan Empat Fokus Utama

ARIF LATJUBA

PALU, MERCUSUAR – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulteng, Moh Arif Latjuba mengungkapkan pihaknya telah menetapkan strategi pembangunan kelautan dan perikanan, dengan empat perhatian utama setidaknya hingga lima tahun ke depan.

Hal yang menjadi perhatian utama tersebut, meliputi peningkatan produksi dan produktivitas perikanan, pengembangan agribisnis melalui peningkatan kualitas dan ragam produk olahan perikanan, peningkatan kualitas lingkungan melalui konservasi dan pengawasan sektor kelautan perikanan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kualitas pelayanan.

“Strategi-strategi tersebut nantinya akan dilaksanakan dengan beberapa arah kebijakan, seperti melalui peningkatakan kapasitas, peningkatan pemberdayaan pelaku usaha kelautan dan perikanan, peningkatan upaya perlindungan pelaku usaha perikanan, serta penyediaan inovasi teknologi guna peningkatan kualitas, kuantitas, dan keberlanjutan produk kelautan perikanan Sulteng,” jelasnya, Selasa (23/3/2021).

Arah kebijakan, lanjut Arif, juga akan dilakukan untuk penataan ruang dan konservasi Sumber Daya Hayati Laut (SDHL). Selanjutnya, dengan peningkatan pengawasan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan daerah.

Dia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menetapkan lima komoditas perikanan yang menjadi unggulan di Sulteng. Komoditas tersebut, yakni rumput laut, ikan demersal, ikan air tawar, ikan pelagis, dan udang.

“Kelimanya yang menjadi komoditas unggulan kita,” imbuhnya.

Selain itu, ada sembilan fokus program kegiatan yang akan dilaksanakan oleh DKP Sulteng, di antaranya pengembangan dan pengelolaan Pelabuhan Perikanan (PP) di Sulteng, yakni PP Mato, PP Paranggi, PP Salakan, PP Lafeu, PP Kolonodale, PP Pagimana, PP Ogotua dan PP Donggala.

Selain itu, tambah Arif, ada pula peningkatan sistem logistik ikan, fasilitasi perizinan, peningkatan kapasitas perbenihan, peningkatan kapasitas SDM, serta konservasi dan rehabilitasi pesisir dan pulau-pulau kecil dan pengawasan SDKP. IEA

Pos terkait