Pemda Morowali dan Lemhannas Bahas Isu Strategi Nasional

HLL

BUNGKU, MERCUSUAR – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Morowali bersama Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas) RI melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) membahas isu strategi nasional, di Aula Kantor Bupati, Kamis (24/6/2021).

Dalam kegiatan itu turut hadir, Bupati Morowali, Taslim sebagai Narasumber dan CEO PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Alexander Barus, Perwakilan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Juli beserta peserta Penyelenggaraan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXII tahun 2021 dengan mengangkat tema Studi Lapangan Isu Strategi Nasional, Hilirisasi Produk Pertambangan Nikel. Dari Morowali untuk Indonesia.

Dalam diskusi tersebut, CEO PT IMIP, Alexander Barus memaparkan rencana-rencana strategis perusahaan nikel terbesar di dunia itu dalam rangka membantu percepatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat setempat.

“Tugas kami selain investasi juga mempersiapkan masyarakat setempat supaya berdaya saing,” ujar Alexander.

Supaya di Morowali terus terjalin investasi yang sehat, pihaknya juga berusaha menjaga harmonisasi antar masyarakat, Pemda dan Tenaga Kerja Asing (TKA) dengan cara menyatukan tiga kultur berbeda, Cina, Jawa, dan Morowali yang kemudian disebut Tim Work.

“Menyatukan kultur ini sangat penting. Dia salah satu kunci keberhasilan jalannya suatu investasi,” ujar dia.

Ke depan, perusahaan PT. IMIP masih akan terus menambah jumlah karyawan. Jumlah karyawan IMIP saat ini sekitar 40 ribu lebih. Perusahaan tersebut juga masih akan membangun PLTU. Begitu juga dengan investasi terus akan bertambah, ekspor dan pajak juga terus bertambah.

Perusahaan tambang di Morowali juga menyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) untuk Sulawesi Tengah, sementara untuk Morowali Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami peningkatan.

“Dulu PAD Morowali Rp 39 miliar, sekarang Rp 304 miliar naik 10 kali lipat,” jelasnya.

Sementara itu Juli dari Walhi mengingatkan dari hasil dua tahun studi mereka di Kabupaten Morowali terutama di kawasan tambang Kecamatan Bahodopi. Tidak bisa dipungkiri kehadiran tambang akan berkaitan dengan isu lingkungan.

“Ada tiga poin penting bagi kami melihat Morowali, pertama peningkatan lingkungan hidup, peningkatan ketahanan bencana dan iklim dan pembangunan rendah karbon,” tutur dia.

Di Kecamatan Bahodopi, dari data yang ia peroleh rentan banjir karena perubahan lingkungan. Kemudian dalam konteks nasional, Walhi melihat Pemerintah Daerah tidak memiliki kewenangan dalam perbaikan lingkungan sebab tata kelola perizinan lebih banyak di pusat.

Ia juga menyinggung soal rencana pembangunan pabrik baterai untuk kebutuhan mobil listrik dunia. Juli menegaskan Walhi tidak bermaksud menolak hadirnya pubrik tersebut.

“Tapi WALHI ingin agar masyarakat kecil petani dan nelayan tidak terabaikan dalam target pencapaian itu,” kataya.INT

Pos terkait