PARIGI MOUTONG, MERCUSUAR – Di tengah tekanan ekonomi dan beban hidup yang makin berat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong (Parmout) kembali merealisasikan salah satu program unggulan, yakni bantuan isi ulang tabung elpiji 3 kg.
Peluncuran program tersebut dilaksanakan langsung oleh Bupati Parmout, H. Erwin Burase, di Auditorium Kantor Bupati Parmout, Rabu (27/8/2025).
Dalam sambutannya, Erwin mengatakan program tersebut diharapkan dapat menjadi simbol keberpihakan pemerintah dan memberikan harapan kepada masyarakat miskin di Parmout.
“Hal ini merupakan bagian dari misi besar daerah, untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem secara nyata dan berkelanjutan,” tegas Erwin.
“Program ini tidak hanya membantu pemenuhan energi bersih dan terjangkau, tetapi juga menjadi langkah konkret meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin ekstrem secara menyeluruh,” sambungnya.
Menurut Erwin, bagi sebagian orang tabung gas hanya salah satu kebutuhan rutin rumah tangga. Tetapi bagi banyak keluarga miskin di desa-desa pelosok, membeli gas adalah kemewahan, bukan kebutuhan sehari-hari.
Ia menjelaskan, lahirnya program tersebut merupakan bentuk implementasi Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Olehnya, Parmout sebagai daerah yang masih memiliki jumlah kemiskinan cukup signifikan, harus mampu menerapkan program konkret yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami terus berkomitmen mewujudkan target penghapusan kemiskinan ekstrem. Sehingga tidak cukup dengan data dan wacana, tapi harus lewat tindakan nyata,” kata Erwin.
Ia juga menyebut hal itu adalah bagian dari program 100 hari kerja dirinya bersama Wakil Bupati, Abd. Sahid. Sejak awal masa kepemimpinan, keduanya berkomitmen agar janji kampanye tidak berakhir di baliho dan spanduk.
Erwin mengaku sadar, bahwa sebuah program tidak akan berhasil tanpa fondasi data yang akurat. Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi mulai dari tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan untuk melakukan pendataan yang tepat sasaran.
“Jangan sampai bantuan jatuh ke tangan yang salah. Keadilan dimulai dari keakuratan data,” ujarnya.
Erwin juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Parmout, yang disebutnya telah bekerja ekstra, mulai dari pendataan lapangan hingga penyaluran bantuan ke masyarakat.
Adapun masyarakat penerima bantuan isi ulang tabung elpiji 3 kg hanya dikhususkan bagi yang terdaftar pada data P3KE, terutama desil satu, dua, dan tiga.
“Nantinya, untuk menukarkan tabung gas, penerima cukup datang ke pangkalan dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan akan dilakukan verifikasi,” ungkap Erwin.
Dalam kesempatan itu, Erwin juga menegaskan untuk penjualan tabung gas di setiap pangkalan harus berdasarkan Harga Eceran Tertinggi (HET). Pemkab Parmout melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan tengah melakukan evaluasi di seluruh pangkalan guna memastikan penjualan sesuai harga yang ditentukan.
“Jika ditemukan ada pangkalan yang menjual gas elpiji 3 kg di atas HET, maka kami akan berikan sanksi tegas,” pungkas Erwin. AFL