SIGI, MERCUSUAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), bersinergi untuk melindungi masyarakat, khususnya generasi muda dari bahaya faham dan gerakan radikalisme dan terorisme.
“Aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok garis keras radikalisme dan terorisme, sungguh sangat menistakan nilai-nilai kemanusiaan, sehingga radikal dan teroris menjadi musuh bersama semua komponen dan elemen di Tanah Air,” ucap Bupati Sigi, Moh. Irwan, di Sigi, Rabu (6/7/2022).
Di era distrupsi saat ini, kata Moh Irwan kehadiran sistem komunikasi dan informasi berbasis digital berdampak langsung pada gaya hidup masyarakat. Ketergantungan masyarakat terhadap sistem informasi komunikasi berbasis digital menjadi satu peluang besar bagi kelompok garis keras, dalam menyebarluaskan faham dan doktrinnya lewat berbagai platform media sosial.
Generasi muda menjadi sasaran utama dalam penyebarluasan faham radikalisme dan terorisme, lewat konten-konten yang isinya memuat mengenai anti Pancasila, dan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
Kata dia, dalam teknis penanggulangan radikalisme dan terorisme di Tanah Air, termasuk di wilayah Provinsi Sulteng terlebih di Kabupaten Sigi, sangat dibutuhkan pendekatan soft, yaitu menggencarkan dan mengoptimalkan penguatan wawasan kebangsaan berbasis empat pilar meliputi penguatan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Olehnya Festival Aksi Musik Anak Bangsa (Asik Bang) 2022 yang digelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) kerja sama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulawesi Tengah, menjadi media penting sebagai penangkal tumbuh dan berkembangnya intoleransi, radikalisme dan terorisme.
“Kegiatan ini yang intinya adalah membangun kapasitas masyarakat dan generasi muda, sebagai daya tangkal terhadap radikalisme dan terorisme, sejalan dengan program pembangunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi yaitu Sigi Religi yang menjadi pendekatan soft, untuk penguatan masyarakat yang tujuannya adalah merawat kemajemukan dan membangun kerukunan demi harmonisasi bangsa,” ujarnya.
“Karena itu, saya atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi berharap BNPT dan FKPT Provinsi Sulteng dapat bersinergi dengan Pemkab Sigi dalam program – program soft untuk pembinaan masyarakat,” katanya.
BNPT kerja sama FKPT Sulteng bersinergi dengan Pemkab Sigi menggelar festival musik bertajuk aksi music anak bangsa (Asik Bang) 2022 bertempat di salah satu kafe di Desa Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Rabu (6/7/2022) malam. Festival Asik Bang diikuti oleh pegiat musik, pecinta musik dari Kota Palu dan Kabupaten Sigi.
Pejabat mewakili Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT Mohammad Nuhwana Saputra mengatakan semua pihak harus menyatukan gagasan, program kegiatan, untuk secara bersama – sama melakukan langkah – langkah penanggulangan serta pencegahan radikalisme dan terorisme, secara sistematis, massif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua FKPT Provinsi Sulteng, Muhammad Nur Sangaji mengatakan, pendekatan soft (lunak) sangat penting dikedepankan untuk melindungi masyarakat dan generasi muda dari bahaya radikalisme, maka Festival Asik Bang 2022 menjadi satu pendekatan mengembangkan potensi generasi muda dan tekad generasi muda merawat kemajemukan yang ada dalam bingkai NKRI. AJI