Pengadaan Tanah Jalan ke Jembatan Lalove, Dua Mantan Pejabat DPRP Palu Tersangka

Greafik Loserte

PALU, MERCUSUAR – Penyidik Kejari Palu menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pelebaran Jalan Anoa II yang merupakan akses masuk ke Jembatan Lalove atau Palu V tahun 2018, dengan alokasi anggaran Rp2,4 miliar. Dua dari ketiga tersangka adalah mantan pejabat Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan (DPRP) Kota Palu.

Ketiga tersangka itu, berinisial DG selaku mantan Pengguna Anggaran (PA) DPRP Palu; mantan staf DPRP Palu, FD; serta pemilik lahan NN.

Hal itu dsampaikan oleh Kepala Seksi (Kasi) Intelijen, Greafik Loserte SH saat konfrensi pers di Kejari Palu, Jumat (19/2/2021).

Dijelaskannya, penetapan ketiganya sebagai tersangka dalam kasus tersebut, setelah penyidik menggelar ekspos perkara pada hari Kamis (18/2/2021).

Dalam ekspose perkara itu, kata Greafik, ada tiga perbuatan melawan hukum ditemukan.

Pertama, tidak terdapat rencana teknis terkait luas tanah yang dibutuhkan, baik untuk kegiatan pembangunan jembatan maupun dalam hal pelebaran jalan Anoa II.

Kemudian, rencana tehknis digunakan dalam konteks pelebaran jalan
rencana tehknis Dinas Pekerjaan Umum, yaitu terkait badan jembatan dan akses jalan masuk ke Jembatan Lalove. Dimana dalam rencana tehknis itu disebutkan kanan dan kirinya dua meter.

Namun, kata dia, ada kejanggalan dalam pembebasannya, karena membebaskan tanah dan rumah di luar dari rencana dan tidak terkena badan jalan.

“Tanah dan rumah berada di Jalan Anoa II No 4,” katanya.

Pos terkait