Penyelesaian Huntap Jadi Fokus Kewaspadaan Dini

  • Whatsapp
HLL-6c1d4bf0

DONGGALA, MERCUSUAR – Tiga tahun pascabencana gempa bumi dan tsunami 28 September 2018, menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala untuk menyelesaikan segala hal terkait kebutuhan para penyintas, terutama penyelesaian hunian tetap (huntap) yang dibagun oleh Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR).

Rapat koordinasi (rakor) Kewaspadaan Dini Isemapa Maipiapa dalam rangka mengantisipasi situasi keamanan dan ketertiban umum di wilayah Kabupaten Donggala, serta evaluasi huntap Kabupaten Donggala, berlangsung di Aula Sudirman Kodim 1306/Donggala, Senin (27/9/2021), yang dihadiri Bupati Donggala, Kasman Lassa dan Komandan Kodim (Dandim) 1306, Kolonel Infantri Herry Bambang Wahyudi, serta Kepala Pengadilan Negeri Donggala, Muhammad Lalu Iramaya.   

Pilihan Redaksi :  Rekomendasi DPRD Banggai,  Bupati Diminta Batalkan Pemenang Lelang PUPR

Dalam rakor itu, persoalan penyelesaian huntap menjadi fokus utama yang juga menghadirkan pihak PUPR Balai Perumahan II Sulteng dan PLN Donggala.

Dandim 1306 yang menjadi tuan rumah dalam rakor itu, sangat mengharapkan keseriusan semua pihak dalam penanganan masalah, baik persoalan hak penyintas dan terkait keamanan daerah.

Bupati Donggala mengatakan, pihak PUPR Balai Perumahan II diharapkan dapat membuat langkah strategis serta terukur, sehingga masyarakat penyintas bencana tidak merasa resah dengan isu yang berkembang di masyarakat, terkait belum selesainya pembangunan huntap.

Pembangunan huntap yang dibiayai dari pinjaman Bank Dunia ini, akan dilakukan percepatan pada 6 dari 11 lokasi perencanaan pembangunan Huntap Satelit, yang sementara dalam proses tender, yaitu Desa Loli Saluran, Desa Wani Satu, Desa Lompio, Desa Tompe, Desa Lende, Desa Lende Ntovea.  

Pilihan Redaksi :  Bupati Sigi Kunjungi Penyintas di Huntara Rotary 

Sementara lima lokasi sudah dalam pekerjaan pembangunan, yaitu di Kelurahan Ganti, Desa Loli Tasiburi, Desa Loli Dondo, Des Tanjung Padang, Desa Wani Lumbupetigo.

Bupati juga mengharapkan kepada para penyintas yang masih tinggal di huntara agar bersabar menunggu penyelesaian huntap yang diperkirakan seluruhnya selesai pada pertengahan 2022.

Turut hadir dalam pertemuan itu yang diwakili Kapolres Donggala dan Kejari Donggala. Dari pejabat Pemkab Donggala, yaitu Asisten Pemerintahan, Kepala Badan Kesbangpol, Kepala BPBD, Kadis Perkimtan, Kadinsos, Kadis LH dan camat serta lima kepala desa Loli Raya. HID

 

Baca Juga