PALU, MERCUSUAR – Pertumbuhan Rumah Pangan Kita (RPK) yang merupakan mitra Perum Bulog, dalam kurun setahun belakangan disebut mencapai 6 persen di Provinsi Sulteng.
“Saat ini, ada sekitar 1.600 outlet RPK se-Sulteng, pertumbuhannya mencapai 6 persen dibanding tahun sebelumnya,” kata Manajer Bisnis Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sulteng, Abd. Halim Sarro kepada media ini, Senin (11/12/2023).
Halim menyebutkan, pertumbuhan kuantitas RPK di Sulteng tersebut, merupakan hasil dari upaya sosialisasi dan promosi yang terus digencarkan oleh Bulog. RPK menjadi salah satu instrumen Perum Bulog, dalam memperluas jangkauan produk berkualitas hingga ke tangan konsumen.
“RPK menjadi penyokong salah satu pilar ketahanan pangan yang diemban Bulog, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di sektor pangan,” jelas Halim.
Selain itu, pemberdayaan pelaku usaha dengan skema kemitraan tersebut, memungkinkan peningkatan kelas pelaku usaha. Hal itu, kata Halim, disebabkan stok produk yang reguler dari Bulog mendukung para pelaku usaha menjadi konsisten menjalani usaha niaga pangannya.
Untuk menjadi mitra RPK, ungkap Halim, para pelaku usaha hanya perlu melengkapi persyaratan yang administrasi seperti formulir pendaftaran, fotokopi KTP/SIM, surat keterangan domisili, Nomor Induk Berusaha (NIB), NPWP, dan melakukan pembelian produk.
“Kami juga telah menyediakan pendaftaran secara online via RPK Mobile, yang bisa diunduh di Play Store atau App Store, atau bisa juga datang langsung ke kantor Bulog terdekat,” ujar Halim.
Usai kelengkapan berkas dipenuhi, lanjutnya, petugas Bulog akan melakukan survei, untuk memastikan bahwa pelaku usaha layak menjadi mitra dalam distribusi pangan produk Bulog di RPK.
“Konsumen yang berbelanja di RPK juga akan mendapatkan harga yang wajar, dan tentunya mendapat kontrol langsung dari Bulog, sehingga upaya stabilisasi lewat instrumen ini dapat dijalankan dan adil bagi konsumen kita,” pungkas Halim. IEA