PETI di Tambarana Resahkan Warga

Salah satu alat berat yang digunakan di lokasi PETI Tambarana. FOTO: IST.

POSO, MERCUSUAR – Maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di bantaran Sungai Tambarana Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso menjadi sorotan warga.

Kepada wartawan, salah seorang warga Tambarana, Nur menyebutkan adanya aktifitas penambangan ilegal, membuat warga merasa terancam akan timbulnya musibah bencana alam.

“Tolong beritahu ke Pak Kapolres, Pak Kapolda, Pak Gubernur dan Bupati Poso, agar segera menertibkan aktivitas tambang itu, karena mengancam nyawa kami di Desa Tambarana jika terjadi hujan. Tolong, ya, Pak,” ucapnya, Jumat (26/4/2024).

Menurut dia, saat ini diperkirakan kurang lebih 15 unit excavator beroperasi setiap hari menambang emas secara ilegal di daerah Sungai Tambarana.

Akibat dari aktifitas PETI itu, kata Nur, sungai menjadi keruh dan berlumpur, bahkan berdampak pada kerusakan hutan. Kondisi tersebut membuat warga resah, apalagi jika terjadi musim hujan.

“Kami khawatir kalau musim hujan akan terjadi banjir bandang di sini,” imbuhnya.

Rencananya, Nur bersama warga desa akan mendatangi penambang emas ilegal tersebut untuk menghentikan aktivitasnya, dan meminta pertanggungjawaban atas kerusakan hutan yang dibuat.

“Kami juga meminta agar aparat penegak hukum menertibkan tambang emas ilegal, sebelum kerusakan hutan makin meluas,” tukasnya.

Salah seorang warga lainnya, IR bahkan mengungkapkan rasa kekesalannya kepada aparat penegak hukum. Pasalnya, menurut dia, mobilisasi alat berat atau naiknya puluhan excavator ke lokasi PETI itu, sudah diketahui aparat penegak hukum. Namun tidak ada gerakan untuk menertibkan.

Pos terkait