Program Beras SPHP 2025 Dituntaskan Hingga Akhir Januari 2026

Penyaluran beras SPHP melalui salah satu program GPM di Kota Palu, beberapa waktu lalu. FOTO: DOK. MERCUSUAR

PALU, MERCUSUAR – Pemimpin Wilayah (Pimwil) Bulog Kanwil Sulteng, Jusri menyebutkan saat ini pihaknya terus mengotimalkan program penyaluran kuota beras SPHP tahun 2025, dan ditargetkan tuntas pada akhir Januari 2026 .

“Sebenarnya penyalurannya terus berjalan. Hanya perlu penyesuaian penganggaran saja. Kami menunggu instruksi dari pusat, untuk tahun 2026 seperti apa. Saat ini kami masih menggunakan anggaran 2025, makanya masih menyalurkan dengan kuota itu,” kata Jusri, di Palu, Minggu (18/1/2026).

Jusri melanjutkan, pihaknya turut mengantisipasi potensi peningkatan permintaan konsumen, utamanya menjelang momen Ramadan dan Idulfitri 1447 H/2026 M. Kegiatan SPHP masih akan diintegrasikan dengan kegiatan-kegiatan pasar murah, baik bekerja sama dengan Pemda, maupun inisiatif dari Bulog sendiri.

“Untuk jelang Ramadan ini, kami tetap membuka diri untuk gerakan stabilisasi. Apalagi, stok (beras) kami saat ini masih sangat aman, sekira 21.000 ton,” ungkap Jusri.

Sebelumnya, pemerintah pusat memastikan stabilisasi harga beras tetap terjaga di awal tahun 2026, dengan memperpanjang penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras tahun 2025 hingga 31 Januari 2026.

Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipatif menghadapi dinamika harga usai pergantian tahun, sekaligus menjamin akses masyarakat terhadap beras berkualitas dengan harga sesuai ketentuan.

Perpanjangan tersebut dimungkinkan melalui skema Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA) yang telah disetujui Kementerian Keuangan atas usulan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Skema RPATA telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84 Tahun 2025. */IEA

Pos terkait