Ribuan Masyarakat Masih Optimis DOB Bisa Mekar

  • Whatsapp
HLL-bb314b12
Ribuan masyarakat menghadiri audiensi terkait DOB, di Pantai Moian, Kecamatan Taopa. FOTO: FATHIA/MS

PARIGI, MERCUSUAR – Ribuan masyarakat yang tergabung dalam dua calon daerah otonomi baru (DOB), yakni Tomini Raya dan Moutong, yang menghadiri dan melalukan audiens dengan tim penyusun kajian akademik dan rancangan undang-undang dari Sekjend DPR RI, masih tetap optimis dua DOB tersebut akan mekar. Hal itu nampak terlihat dari antusias masyarakat yang hadir di Rumah Raja Tinombo dan juga di Pantai Moian, Kecamatan Taopa, Selasa (24/5/2022).

Seperti nampak di Pantai Moian, Kecamatan Taopa, Selasa (24/5/2022), ribuan warga dari lima kecamatan yang hadir, masih tetap optimis untuk pemekaran, Bahkan, dari pernyataan beberapa masyarakat yang hadir dan juga panitia pemekaran, walaupun moratorium belum dicabut, mereka tetap optimis untuk mekar.

Ketua Panitia Pemekaran DOB Moutong, Jasir G. Latamae mengatakan, pihaknya masih tetap optimis, DOB Moutong bisa mekar, walaupun saat ini moratorium belum dibuka. Namun pihaknya tetap berharap kepada masyarakat, agar jangan berhenti untuk berdoa dan berjuang, agar ke depan apa yang diharapkan bisa terealisasi.

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Ketua KP2KM, Marzuki S. Pagoca. Dirinya mengatakan, desakan masyarakat terkait pemekaran DOB sudah berlangsung sejak tahun 2009, sehingga pihaknya sangat berharap banyak, agar tim yang datang, bisa membawa apa yang menjadi harapan banyak dari masyarakat. Hal ini mengingat panjang dan luasnya wilayah Kabupaten Parmout, sehingga sangat sulit untuk memeratakan kesejahteraan masyarakat.

“Siapa pun yang akan menjadi bupati ke depannya, kalau tidak mekar, mustahil sejahtera, karena luasnya daerah kita,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penyusun Naskah Akademik, Laksmi Harundani mengatakan, timnya turun karena diperintahkan oleh Badan Legislasi, untuk melakukan kajian naskah akademik dua calon DOB di Kabupaten Parmout, sehingga apa yang menjadi perjuangan masyarakat bisa terwujud. Tentunya, dengan harapan agar masyarakat bisa terus mendorong pemekaran ini.

“Salah satu yang dibutuhkan, yakni kajian akademik untuk melengkapi dokumen yang sudah ada selama ini,” tandasnya. TIA

Baca Juga