Sigi Berpotensi Tingkatkan Mutu Produksi Kakao

SIGI, MERCUSUAR – Staf Ahli Bupati Sigi Bidang Pemerintahan, Kemasyarakatan dan SDM, Mulyadi membuka workshop keberlanjutan kakao dengan stakeholder di Kabupaten Sigi, di salah satu lokasi wisata pemancingan di Desa Kotapulu, Kecamatan Dolo, Rabu (25/1/2023).

Dalam sambutannya, Staf Ahli Bupati mengatakan komoditas kakao merupakan salah satu komoditas unggulan perkebunan di Kabupaten Sigi, yang memegang peranan penting dalam perekonomian masyarakat, yakni sebagai penggerak ekonomi daerah, sumber pendapatan petani, penciptaan lapangan kerja, mendorong agribisnis dan agroindustri, serta pengembangan wilayah. 

Kata dia, saat ini luas areal pengembangan kakao tahun 2021 di Kabupaten Sigi mencapai 27.885 hektare, dengan produksi sekitar 19.500 ton. 

“Komoditas kakao juga merupakan komoditas sosial, dalam arti usaha perkebunan kakao tersebut diusahakan oleh perkebunan rakyat yang melibatkan sekitar 11.500 kepala keluarga,” kata Mulyadi.

Ia juga mengungkapkan, Kabupaten Sigi masih memiliki potensi untuk dapat meningkatkan volume dan mutu produksi kakao secara berkelanjutan. 

Ada beberapa faktor pendukung potensi tersebut, antara lain luas lahan yang cukup sesuai untuk kakao, minat perkebunan cukup tinggi, tersedianya bahan tanam unggul, tersedianya paket teknologi, tersedianya SDM, dukungan pemerintah pusat dan daerah yang tinggi, serta potensi pasar yang besar.

“Sedangkan tantangan yang dihadapi dalam produksi kakao yang berkelanjutan tidak sedikit dan ringan. Petani yang memiliki lahan skala kecil, memiliki akses yang terbatas terhadap sumberdaya yang dibutuhkan dan pasar,” ujarnya.

Mulyadi juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulteng bersama tim, yang menurutnya telah memberikan bantuan dan perhatian serius terhadap pengembangan sektor perkebunan di Kabupaten Sigi. 

Begitu pula peran multipihak, dalam hal ini GIZ dan lembaga mitra CSP (JB Cocoa dan Ofi) yang telah banyak berperan dalam pengembangan kakao berkelanjutan di Kabupaten Sigi. AJI

Pos terkait