SIkapi Dugaan Ujaran Kebencian,  Tokoh Agama Poso Minta Kedepankan Tabayyun

  • Whatsapp
Kyai Arifin Tuamaka (HLL)-185c5a59
 Kyai Arifin Tuamaka 

POSO, MERCUSUAR – Sejumlah tokoh agama Muslim di Kabupaten Poso angkat bicara menyikapi maraknya isu dugaan ujaran kebencian, yang dialamatkan kepada Bupati Poso, Verna Inkiriwang, yang kini viral di tengah masyarakat. Tokoh agama di Poso meminta agar masyarakat menyikapi persoalan tersebut, dengan mengedepankan dialog dan tabayyun (klarifikasi), serta tidak mudah terprovokasi.

Ustaz Amin Adnan yang ditemui Rabu (8/6/2022) mengatakan, sejauh ini masyarakat Kabupaten Poso hidup aman dan damai dan kondisi Poso sudah sangat kondusif.

Berita Terkait

“Kita tidak perlu terburu-buru menyimpulkan, bahwa itu merupakan bentuk penistaan agama, karena bisa jadi ucapan yang disampaikan bupati itu, merupakan konsumsi internal saja,” ujarnya.

Sebab kata Ustaz Amin Adnan, hingga saat ini, dirinya belum pernah mendengar langsung seperti apa isi rekaman tersebut.

“Saya sendiri belum pernah mendengar langsung rekaman ucapan tersebut. Karenanya, teruslah menjaga kebersamaan, yang jelas masyarakat Poso sejauh ini luar biasa kebersamaanya,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Poso, Kyai. H. Arifin Tuamaka, selain mengajak masyarakat untuk tetap menjaga suasana yang damai, juga berharap masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan berbagai isu yang belum diketahui sumber kebenarannya.

Dikatakannya, selama ini pihaknya juga belum pernah melihat atau mendengar langsung adanya bukti rekaman, terkait pernyataan Bupati Poso yang dinilai menista agama.

Kyai Arifin juga mengimbau agar masyarakat mengedepankan tabayyun, menyikapi isu yang belum diketahui pasti kebenarannya.

“Proses seperti ini yang harus dilakukan, jika mendengar berita yang belum pasti keberananya jaganlah ditelan mentah mentah. Kita harus melakukan tabayun dan dialog bersama sehingga hal yang benar kita dapatkan. Ingat, fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan,” tegas Kyai Arifin.

Baca Juga