PALU, MERCUSUAR – Pemimpin Wilayah (Pimwil) Perum Bulog Sulteng, Jusri menyebut pihaknya akan terus mengandalkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk mengendalikan harga pangan di pasaran, terutama pada komoditas beras.
“Pemerintah setiap saat datang melalui SPHP, ini berjalan terus, kalaupun ada kenaikan harga nantinya tetap SPHP kami gelontorkan di lapangan sehingga masyarakat ada pilihan mau beras dari Bulog atau yang bukan dari Bulog,” kata Jusri, di ruang kerjanya, Senin (9/3/2026).
Ia menyebutkan, saat ini peminat beras SPHP di pasaran semakin meningkat. Sehingga program tersebut dinilai masih menjadi langkah antisipasi yang efektif, jika kembali terjadi kenaikan harga beras, khususnya jelang momentum Idulfitri.
“Masyarakat tidak usah khawatir terkait beras, kalaupun harga naik masih ada alternatif lain,” tandas Jusri.
Sebelumya, Jusri mengungkapkan kondisi stok beras Bulog di Provinsi Sulteng saat ini berkisar 21.000 ton. Jumlah tersebut diproyeksikan bertambah hingga mencapai 25.000 pada akhir Maret 2026.
Pihak Bulog, lanjutnya, juga sedang memaksimalkan penyerapan beras dari petani lokal. Saat ini sudah ada hasil panen di beberapa daerah yang terserap atau telah meneken kontrak dengan Bulog. Di antaranya dari wilayah Kabupaten Morowali dan kawasan Pantai Timur (Kabupaten Parigi Moutong).
“Kalau untuk beras, saya yakin delapan bulan ke depan bahkan sampai akhir tahun stok tidak ada masalah, sangat aman,” tegas Jusri. IEA






