PALU, MERCUSUAR – Wakil Direktur Utama (Wadirut) Perum Bulog, Mayjen TNI (Purn) Marga Taufiq menyebut ketahanan stok komoditas pangan yang dimiliki Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sulteng sangat mumpuni, utamanya dalam menghadapi momentum hari besar keagamaan Idulfitri 1447 H/2026 M.
Bahkan, ketahanan tersebut menurutnya dapat terjaga, meskipun Bulog Sulteng menggelontorkan beras untuk program bantuan pangan alokasi Februari-Maret kepada 408.809 keluarga penerima manfaat.
“Stok di Sulteng diperkirakan aman sampai November 2026. Tapi ini dinamis, ada stok keluar, ada juga stok yang masuk. Ritme stok masih terjaga di Sulteng,” kata Marga di sela-sela kunjungan kerja di Palu, Selasa (10/3/2026).
Pada kesempatan itu, Marga juga memberikan apresiasi atas inisiatif Bulog Kanwil Sulteng yang menjalin sinergi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Sulteng. Menurutnya, penyuluh merupakan salah satu ujung tombak pemerintah yang bersinggungan langsung dengan petani, sehingga mengerti dinamika yang dialami petani.
“PPL ini sejak dulu sudah ada. Dengan kolaborasi ini, dapat mengoptimalisasi mutu pangan yang kemudian bisa diserap oleh Bulog,” ujarnya.
Marga menilai sinergi yang terbangun akan memudahkan Bulog memetakan sebaran pangan dari petani daerah. Ketika petani mengalami keslitan dalam mendapatkan harga yang layak, Bulog dapat hadir memberikan solusi kesejahteraan, dengan informasi yang diserap dari penyuluh pertanian.
Dalam kunjungan kerjanya, Marga Taufiq berkesempatan meninjau ketersediaan pangan Bulog, di Gudang Bulog Tondo Kota Palu, melakukan inspeksi harga pangan di pasar, serta melakukan rapat koordinasi penyerapan komoditas pangan bersama Bulog Kanwil Sulteng.
Pada rapat koordinasi, Pemimpin Wilayah (Pimwil) Bulog Kanwil Sulteng, Jusri melaporkan harga pangan, khususnya beras, di pasar masih termasuk normal, masih dalam batas kewajaran. Kenaikan harga hanya terjadi pada beras kualitas premium di wilayah Morowali.
“Terkait pengadaan, kami punya target 11.300 ton setara beras untuk tahun ini. Setelah Lebaran kemungkinan besar di Parigi Moutong dan Donggala mulai panen. Selain itu, ada 284 ton pengadaan jagung, Insyaallah, semua target yang diberikan dapat dicapai,” ujar Jusri. IEA






