Kebakaran Lahan Harus Diantisipasi Lebih Cermat

Arbit

PARIGI MOUTONG, MERCUSUAR – Musim kemarau berkepanjangan membuat beberapa titik lahan menjadi wilayah yang rawan terbakar. Untuk itu, masyarakat diminta untuk mengantisipasi terjadinya bencana kebakaran, dengan cermat.

“Kebakaran hutan dan lahan terjadi karena banyaknya material yang mudah terbakar, termasuk rumput dan semak yang mengering, ditambah angin yang bertiup cukup kencang. Sedikit saja pemicunya, langsung cepat merembet, menyebar dalam hitungan menit,” kata Kapolsek Sausu, IPTU Arbit kepada Mercusuar, Selasa (6101/2026).

Oleh karena itu, Arbit meminta warga untuk terus mengantisipasi terjadinya bencana dengan cermat, yakni setiap individu memperhitungkan efek dari tindakan yang memungkinkan atau berpotensi menyebabkan kebakaran, termasuk sudah mempersiapkan sesuatu yang akan digunakan untuk menyelesaikan persoalan jika kebakaran terjadi.

Dia mencontohkan, jika ada warga yang kebetulan memiliki rencana untuk membersihkan lahan, agar memperhitungkan cuaca dan kondisi kebunnya sebelum melakukan tindakan pembakaran lahan. Mulai dari jumlah serta potensi sebaran material yang mudah terbakar.

“Ini harus dihitung, jika kemudian sudah dibakar, karena material tersebar, akan sulit dikendalikan. Fatalnya, bukan hanya meluas membakar kebun warga yang lainnya, bisa merembet ke pemukiman, dan berpotensi menimbulkan korban jiwa,” urai Arbit.

Begitu juga, lanjut Arbit, jika lahan perkebunan sudah terlanjur dibakar, karena memperhitungkan efisiensi proses pembersihan lahan, maka pemilik lahan dapat melakukan tindakan antisipasi sebelumnya, dengan mempersiapkan alat pemadam kebakaran dan memberikan informasi kepada tetangga kebun agar ikut berjaga-jaga saat proses pembakaran lahan kebun dilakukan.

Namun, Arbit berharap warga pemilik kebun untuk mengurungkan niat melakukan pembakaran lahan, dengan melihat kondisi saat ini. MBH

Pos terkait