PARIGI MOUTONG, MERCUSUAR – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Parigi Moutong (Parmout) terus melakukan upaya pendekatan dalam menekan jumlah pelanggaran lalu lintas. Salah satunya dengan memberikan edukasi kepada anak usia sekolah, dalam program bertajuk Police Goes To School, di SMP Negeri 2 Parigi, Selasa (27/1/2026).
“Anak usia sekolah sudah harus diberikan edukasi terkait tertib berlalu lintas, agar mereka memahami tentang aturan di jalan raya, serta akibatnya jika melanggar. Itu akan tertanam di memori mereka,” urai Kasat Lantas Polres Parmout, IPTU Dwiwahyu Sagita Ramadan.
Pendekatan edukatif yang menyasar anak usia sekolah, lanjut Dwiwahyu, di antaranya bertujuan agar nantinya murid yang sudah paham akan memberikan masukan kepada orang tua untuk tertib berlalu lintas. Seperti tidak melawan arus, taat terhadap aturan lampu lalu lintas, menggunakan helm, atau memiliki kelengkapan kendaraan lainnya.
“Untuk diri mereka, setidaknya bisa memahami terkait aturan berlalu lintas. Karena, kita prihatin dengan banyaknya kejadian anak usia sekolah yang ugal-ugalan saat mengendarai kendaraan,” tutur Dwiwahyu.
Kegiatan edukatif tersebut dikemas dalam bentuk sosialisasi tertib berlalu lintas yang menyasar para pelajar, sebagai generasi muda sekaligus calon pengguna jalan. Sejak pagi, halaman sekolah tampak dipenuhi siswa yang mengikuti arahan dan pemaparan dari jajaran Satlantas Polres Parigi Moutong.
“Salah seorang personel Sat Lantas, Aipda Sabar selaku Kanit Kamsel secara komunikatif memberikan pemahaman mendasar terkait aturan berlalu lintas, etika berkendara, pentingnya keselamatan di jalan, hingga dampak fatal dari pelanggaran lalu lintas,” ujar Dwiwahyu.
Dalam penyampaian materinya, petugas menekankan bahwa kecelakaan lalu lintas kerap diawali dari pelanggaran kecil yang dianggap sepele, seperti tidak memakai helm, berboncengan lebih dari satu orang, hingga mengendarai kendaraan tanpa kelengkapan surat-surat resmi.
Dwidahyu menegaskan, Police Goes To School merupakan langkah strategis dan berkelanjutan dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini.
“Insyaallah, Sat Lantas akan terus bersinergi dengan dunia pendidikan, untuk melindungi anak-anak di jalanan dari kecelakaan fatal, karena kurangnya edukasi terkait aturan berlalu lintas,” tutup Dwiwahyu. MBH






