PARIGI MOUTONG, MERCUSUAR – Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Parigi Muotong (Parmout) adalah bagian dari kelompok yang peduli dengan laut dan pesisirnya, bukan hanya untuk melakukan aksi penegakan hukum terhadap para pelanggar di laut, tetapi juga hadir untuk berdiri bersama-sama, peduli dengan keberadaan pesisir, salah satunya dengan membersihkan sampah di tepian pantai.
“Sampah menjadi salah satu unsur yang merusak keindahan pesisir laut, bahkan sampah menjadi salah satu perusak ekosistem pesisir. Polairud berupaya menjadi bagian dari institusi yang berkomitmen menjaga pesisir dan laut dari gangguan apapun,” tegas Kasat Polairud Polres Parmout, IPTU Gigih Winanda kepada Mercusuar, Minggu (72/2026).
Dia juga menjelaskan, salah aksi peduli adalah dengan membersihkan sepanjang pesisir pantai di Kelurahan Bantaya, yang dilaksanakan pada Jumat (6/2/2026). Pada momen tersebut, cukup banyak serakan sampah yang sangat mengganggu, baik keindahan maupun kondisi pesisir pantai.
Gigih menambahkan, sampah yang berserakan di pantai kebanyakan adalah jenis sampah yang tidak bisa diurai oleh alam. Hal itu, menurutnya, jangan dianggap hanya berada di pesisir saja, tetapi kebanyakan material sampah yang berupa plastik atau sejenisnya akan terbawa ombak, dan kemudian menjadi benda yang mengganggu biota laut.
Aksi bersih peduli pesisir dengan menyasar pantai di Kelurahan Bantaya, juga bagian dari aksi kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir. Momentum itu, kata Gigih, turut pula dilakukan oleh puluhan personel gabungan TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat turun langsung membersihkan.
“Kami peduli dengan keberadaan pesisir. Lebih dari itu, ini juga bentuk edukasi dan ajakan moral kepada masyarakat,” pungkasnya. MBH






