JOB Tomori Berikan Edukasi Lingkungan bagi Anak Asuh TAMASYA-RPIA

JOB Tomori memberikan edukasi terkait lingkungan dan ekologi pertanian kepada anak-anak asuh program TAMASYA, berkolaborasi brsama RPIA dan Kelompok Wisata Tyto Rosenbergi. FOTO: IST.

BANGGAI, MERCUSUAR – Di tengah transformasi industri energi global yang semakin menekankan pada aspek keberlanjutan, JOB Pertamina–Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) kembali menunjukkan langkah mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

JOB Tomori kini menyasar sektor hulu pendidikan lingkungan dengan membekali generasi muda Kabupaten Banggai pemahaman mendalam mengenai ekologi pertanian, di Banggai, Sabtu (17/1/2026).

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), JOB Tomori berkolaborasi dengan Rumah Pemberdayaan Ibu dan Anak (RPIA) serta Kelompok Wisata Tyto Rosenbergi. Sinergi tersebut melahirkan inisiatif edukatif bertajuk Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) yang berfokus pada pengenalan ekosistem lokal kepada anak-anak sejak dini.

Fokus utama dari kegiatan ini adalah edukasi mengenai Tyto Rosenbergi, spesies burung hantu endemik Sulawesi. Burung ini bukan sekadar penghuni hutan, melainkan aktor utama dalam menjaga keseimbangan ekosistem pertanian di Kabupaten Banggai.

Sebagai predator alami hama tikus, Tyto Rosenbergi adalah “sahabat setia” petani yang memastikan ketahanan pangan tetap terjaga tanpa ketergantungan berlebih pada pestisida kimia.

Sebanyak 32 anak asuh dari TAMASYA-RPIA terlibat aktif dalam program berbasis komunitas ini. Mereka diajak berinteraksi dengan alam, memahami rantai makanan, serta menyadari betapa pentingnya menjaga keanekaragaman hayati demi masa depan lingkungan yang sehat.

Community Development Officer JOB Tomori, Atma Agus Hermawan menegaskan bahwa kesadaran lingkungan adalah fondasi dari keberlanjutan. Menurutnya, kesuksesan sebuah perusahaan energi tidak lagi hanya diukur dari angka produksi, tetapi dari warisan pengetahuan yang ditinggalkan bagi masyarakat.

“Keberlanjutan tidak hanya diukur dari operasional hari ini, tetapi dari sejauh mana generasi masa depan memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan. Kami ingin menanamkan pola pikir bahwa manusia dan alam adalah satu kesatuan yang saling membutuhkan,” ujar Atma.

Senada dengan hal tersebut, Relation, Security & Comdev Manager JOB Tomori, Visnu Cekti Bhawono menjelaskan bahwa TAMASYA-RPIA dikembangkan lebih dari sekadar tempat penitipan anak (TPA). Program ini dirancang menjadi pusat pengembangan kapasitas masyarakat melalui berbagai kegiatan luar ruangan (outdoor) yang edukatif.

“Melalui pendekatan kolaborasi multipihak ini, JOB Tomori menegaskan komitmennya untuk menjalankan operasi energi yang bertanggung jawab. Kami ingin kontribusi perusahaan dirasakan langsung dalam peningkatan kapasitas intelektual dan kesadaran ekologis masyarakat di area operasi kami,” tambah Visnu.

Program ini pun mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Desa Sumberharjo dan Kelompok Sumber Tani Lestari. Kolaborasi ini dinilai mampu menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam pelestarian lingkungan di tingkat desa.

“Kunjungan edukasi ini merupakan kehormatan bagi kami. Berbagi ilmu mengenai konservasi burung hantu kepada anak-anak adalah investasi terbaik untuk memastikan desa kami tetap hijau dan produktif di masa depan,” ungkap perwakilan pengelola wisata setempat.

Dengan langkah ini, JOB Tomori membuktikan bahwa operasional migas dapat berjalan beriringan dengan pelestarian alam. Edukasi ekologi pertanian ini menjadi bukti bahwa komitmen ESG perusahaan telah meresap hingga ke akar rumput, menciptakan harmoni antara industri, masyarakat, dan ekosistem Sulawesi. ***/MAM

Pos terkait