MAN IC Palu Wisuda 108 Santri Tahfizh

FOTO: Sebanyak 108 santri MAN IC mengikuti wisuda tahfiz Qur’an, di aula MAN IC Kota Palu. FOTO: MISBACH/MS

MAMBORO, MERCUSUAR – Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Kota Palu mewisuda 108 santri penghafal Al-Qur’an (tahfizh) angkatan kedelapan, Selasa (10/3/2026). Para santri yang merupakan siswa kelas XII tersebut memiliki capaian hafalan mulai dari 3 hingga 14 juz.

Kegiatan wisuda dibuka oleh Wali Kota Palu yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi. Dalam sambutan tertulis wali kota yang dibacakannya, Hardi menyampaikan apresiasi atas capaian para santri yang dinilai tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga kebanggaan bagi orang tua dan masyarakat.

Menurutnya, para penghafal Al-Qur’an yang diwisuda diharapkan mampu mempertahankan hafalannya sekaligus memberi kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

“Apa yang telah diraih dengan penuh perjuangan hendaknya terus dijaga dan diamalkan, sehingga dapat memberikan manfaat bagi banyak orang,” ujarnya.

Kepala MAN IC Palu, Mardiati Rosmah, mengaku bangga atas capaian para santri yang mampu mencapai hafalan hingga 14 juz dalam masa pendidikan selama tiga tahun. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kesungguhan para siswa dalam menyeimbangkan pendidikan umum, riset, dan pembelajaran keagamaan.

“Wisuda tahfizh angkatan kedelapan ini menjadi kebanggaan bagi kami. Meskipun target minimal tiga juz, ada santri yang mampu mencapai hingga 14 juz. Semoga kelak mereka dapat memberikan mahkota cahaya kepada orang tua di akhirat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, para santri menjalani proses pembelajaran yang cukup padat. Pada pagi hari mereka mengikuti pelajaran umum serta kegiatan riset di laboratorium, sementara pada sore hari difokuskan pada pembelajaran agama dan hafalan Al-Qur’an.

Menurutnya, sistem pembinaan tersebut menjadikan MAN Insan Cendekia Palu mampu melahirkan siswa yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus kuat dalam bidang keagamaan.

Sementara itu, Kepala Bidang Madrasah Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Tengah, Moh Syamsu Nursi, yang hadir mewakili Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, menegaskan bahwa menjadi penghafal Al-Qur’an bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari proses panjang untuk terus berinteraksi dengan Al-Qur’an.

“Menghafal Al-Qur’an memang mulia, tetapi yang lebih mulia adalah menjaga hafalan tersebut dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Melalui kegiatan wisuda tahfizh ini, diharapkan para santri MAN IC Palu tidak hanya menjadi generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan serta berkontribusi bagi masyarakat. MBH

Pos terkait