BANGGAI, MERCUSUAR – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menimbulkan kabut asap tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat di darat, tetapi juga berpotensi menghambat keselamatan pelayaran akibat menurunnya jarak pandang di wilayah perairan.
Menyikapi kondisi tersebut, Kapolresta Banggai, Kombes Pol Hendri Yulianto mengimbau seluruh nakhoda kapal dan pengguna transportasi laut di wilayah Kabupaten Banggai agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika melintasi perairan yang tertutup kabut asap.
“Nakhoda kapal diminta mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman dengan kapal lain, serta memastikan lampu navigasi dan alat komunikasi berfungsi dengan baik,” ujar Hendri, Rabu (21/10/2026).
Ia juga berpesan para nakhoda terus memantau kondisi cuaca dan informasi keselamatan pelayaran. Apabila jarak pandang dinilai membahayakan, pelayaran sebaiknya disesuaikan dengan kondisi perairan.
“Masyarakat pesisir, nelayan, serta operator kapal juga diharapkan tidak mengabaikan kondisi lingkungan yang dapat memengaruhi keselamatan di laut,” tegasnya.
Imbauan tersebut, kata dia, merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk meminimalkan risiko kecelakaan, serta menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat di tengah dampak kabut asap karhutla.
Hendri juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan indikasi kebakaran di wilayah masing-masing. TOP






