Pemkab Banggai Gelar Gebyar Pasar Murah

  • Whatsapp
HLL-7beba987
Program Gebyar Pasar Murah, di halaman kompleks perkantoran Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Keraton, Kecamatan Luwuk, Jumat (30/9/2022).

LUWUK, MERCUSUAR – Pemerintah Kabupaten Banggai berupaya semaksimal mungkin, menyikapi tingginya angka inflasi di daerah itu. Berbagai upaya terus dilakukan guna membantu masyarakat, memperoleh bahan makanan yang terjangkau di tengah fenomena kenaikan harga.

Menanggapi hal itu, Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta Perum Bulog Kabupaten Banggai, menggelar program Gebyar Pasar Murah, di halaman kompleks perkantoran Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Keraton, Kecamatan Luwuk, Jumat (30/9/2022).

Berita Terkait

Kepala Dinas Ketapang, Alfian Djibran mengatakan, diselenggarakannya Gebyar Pasar Murah tersebut, untuk menyaingi harga pasar dan juga merupakan sebuah solusi untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dan rempah-rempah, dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan harga pasar yang terdampak kenaikan inflasi.

“Pasar murah ini rencananya akan dilaksanakan dua kali dalam seminggu, sampai harga benar-benar telah stabil,” terangnya.

Menurut Alfian, inflasi terjadi karena jumlah stok barang berkurang dan biaya distribusi meningkat, akibat harga bahan bakar minyak naik, sehingga Dinas Ketapang bekerja sama dengan berbagai pihak, membantu menyediakan barang-barang kebutuhan masyarakat, seperti cabai, tomat, beras, telur dan minyak goreng.

“Saya ingatkan untuk tidak membeli banyak-banyak, apalagi dijual kembali, supaya semua bisa kebagian,” pesan Kepala Dinas Ketapang.

Harga barang yang dijual ini tambah Kadis, jauh lebih rendah sehingga memudahkan warga menengah ke bawah untuk memperolehnya.

Berdasarkan pemaparan Sekretaris Dinas Ketapang, Ismed Madhyka Wardhana menjelaskan, harga cabe keriting di pasar telah mencapai angka Rp50.000 per kilogram, sedangkan yang dijual Dinas Ketapang hanya seharga Rp.40.000 per kilogram. Kemudian cabe rawit yang dijual di pasar seharga Rp 75.000 per kilogram, sedangkan kami jual hanya Rp55.000, begitu juga dengan harga komoditi lain.

“Gebyar pasar murah ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik, karena ujung-ujungnya yang kita bantu adalah petani,” tutur Ismed.

Baca Juga