Jasa Raharja Dorong Tokoh AdatJadi Agen Keselamatan Berlalu Lintas

  • Whatsapp

DENPASAR, MERCUSUAR – Jasa Raharja bekerja sama dengan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Bali dan Astra Motor Bali, menyelenggarakan Safety Campaign dan Safety Riding bagi 150 tokoh adat di Denpasar.

Kegiatan tersebut digelar di Agung Ballroom Hotel Prime Sanur, Bali, pada Senin (20/11/2023).

Safety campaign dan safety riding dilaksanakan guna meningkatkan kesadaran akan keselamatan berlalu lintas di kalangan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, Jasa Raharja menggandeng dan mengajak para tokoh adat di Denpasar agar bersamasama mengingatkan masyarakat pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Direktur Operasional Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana menyampaikan bahwa berdasarkan data santunan, Denpasar merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat rawan kecelakaan lalu lintas tinggi.

“Di mana, empat kecamatan di Denpasar menjadi TOP 10 kecamatan dengan angka laka tertinggi di Indonesia,” ujar Dewi.

Oleh sebab itu, Jasa Raharja terus berupaya menggandeng berbagai pihak untuk menyebarluaskan pesan-pesan keselamatan kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Denpasar, Bali.

“Ini merupakan salah satu bentuk komitmen Jasa Raharja untuk tidak hanya concern terhadap penyerahan santunan, tetapi juga di bidang pencegahan,” ungkap Dewi.

Safety campaign dan safety riding diisi dengan berbagai kegiatan dan materi dari sejumlah narasumber. Antara lain materi terkait prinsip-prinsip keselamatan berlalu lintas dari Kasubdit Tat Tertib, Sub Direktorat Gakkum Ditlantas Polda Bali, AKP I Ketut Mastra Budaya, perwakilan PT. Astra Motor Bali, Safety Riding Instructor Yosepht Klaudius, dan pemaparan tugas dan fungsi Jasa Raharja.

Dalam kegiatan yang sama, Jasa Raharja juga mengundang Bandesa Agung Majelis Desa Adat Bali, Ida Pangelisingsir Agung Putra Sukahet, yang memberikan motivasi kepada para tokoh adat agar selalu berhati-hati di jalan dan mengimbau agar para tokoh adat memberikan informasi mengenai keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekitarnya.

“Karena mayoritas korban kecelakaan di wilayah rawan laka Denpasar juga merupakan masyarakat wilayah rawan laka tersebut,” ucap Ida.

Baca Juga