DONGGALA, MERCUSUAR – Pemerintah Kabupaten Donggala memulai pembangunan kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) senilai Rp 30,2 miliar yang didukung oleh investasi pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini menjadi catatan bersejarah bagi perkembangan dan pertumbuhan usaha perikanan tangkap di Kabupaten Donggala dengan nilai investasi sebesar Rp 30,2 miliar,” kata Bupati Vera Elena Laruni di Sindue, Jumat (9/10).
Ia mengemukakan pembangunan KNMP tersebut mengusung konsep hub dan penyangga yang dirancang untuk memperkuat aktivitas pendaratan serta distribusi hasil laut masyarakat pesisir.
“Untuk fasilitas infrastruktur yang disiapkan di kawasan KNMP meliputi tambatan perahu nelayan, shelter pendaratan ikan, kantor pengelola, dok kapal, pabrik es, gedung beku (cold storage), hingga kios perbekalan nelayan,” ucapnya.
Ia menuturkan KNMP di daerah tersebut dibangun pada enam titik lokasi strategis seperti Desa Salubomba Kecamatan Banawa Tengah, Kelurahan Bone Oge Kecamatan Banawa, Desa Batusuya Kecamatan Sindue Tombusabora, Desa Tompe Kecamatan Sirenja, Desa Panggalaseang Kecamatan Sojol, serta satu lokasi lain yang ditetapkan dalam program.
Menurut dia, hadirnya infrastruktur fisik ini tidak hanya sekadar bangunan, tetapi mampu menjadi landasan bagi pengembangan kawasan pesisir yang lebih produktif, mandiri, dan modern.
“Harapannya masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dapat mentransformasi kawasan pesisir tradisional menjadi kawasan yang mandiri, maju, modern, dan sejahtera,” sebutnya.
Usulkan penambahan
Sementara itu Bupati Doggala mengusulkan penambahan 10 lokasi baru pembangunan kampung nelayan merah putih (KNMP) kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI untuk tahun anggaran 2027.
“Pemerintah Kabupaten Donggala melalui tahun anggaran 2027 telah mengusulkan kepada pemerintah pusat target sebanyak 10 lokasi yang tersebar di sejumlah desa pesisir yang memiliki potensi pelayanan bagi masyarakat nelayan,” kata Bupati Donggala Vera Elena Laruni.
Ia menjelaskan langkah ini dilakukan guna memperluas konektivitas kawasan pesisir dan menjadikan titik-titik KNMP sebagai pintu gerbang utama pendaratan serta distribusi hasil perikanan wilayah sekitarnya.
Selain itu, Pemkab Donggala mendorong sinergi ketat antarinstansi mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga dinas teknis terkait guna memastikan pengelolaan dan operasionalisasi KNMP berjalan optimal.
“Saya meminta kepada pemerintah desa, kecamatan, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta instansi terkait lainnya agar memberikan dukungan dan koordinasi yang sebaik-baiknya, sehingga KNMP ini dapat tumbuh pesat, sehat, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi nelayan,” ujarnya.
Ia mengatakan sinergi seluruh pemangku kepentingan penting agar infrastruktur yang dibangun dapat langsung memberikan dampak nyata pada peningkatan kapasitas usaha, nilai tambah produk perikanan, serta kesejahteraan ekonomi keluarga nelayan di wilayah pesisir Donggala.
Fasilitas infrastruktur yang disiapkan di kawasan KNMP mencakup tambatan perahu nelayan, shelter pendaratan ikan, kantor pengelola, dok kapal, pabrik es, gedung beku (cold storage), hingga kios perbekalan nelayan.ANS






