PALU, MERCUSUAR – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng mencatat komoditas besi dan baja mendominasi perdagangan luar negeri Sulteng periode September 2021.
Selama September 2021, ekspor Sulawesi Tengah (melalui Sulawesi Tengah dan Provinsi lain)didominasi oleh dua kelompok komoditas utama, yaitu kelompok komoditas besi dan bajasenilai US$1.166,38 atau 98,06 persen dari total ekspor dan bahan kimia anorganik senilaiUS$14,52 juta atau 1,22 persen dari nilai total ekspor. Kontribusi ekspor kelompok komoditas lainnya relatif kecil masing-masing di bawah 1,00 persen.
Selama Januari-September 2021, kelompok besi dan baja mendominasi pangsa ekspor senilai US$7.566,37 juta atau 88,69 persen dari total ekspor dan bahan bakar mineral senilai US$683,48 juta (8,01 persen). Sementara itu, kontribusi ekspor kelompok komoditas lainnya terhadap total ekspor masing-masing di bawah 3,00 persen.
Kepala BPS Sulteng, Dumangar Hutauruk melalui rilisnya, Senin (1/11/2021) menjelaskan negara tujuan ekspor Sulteng adalah Tiongkok dengan nilai transaksi mencapai US$463,96 juta atau 39,01 persen dari total nilai ekspor Sulawesi Tengah, diikuti Taiwan senilai US$321,36 juta (27,02 persen), dan Italia senilai US$133,36 juta (11,21 persen). Sementara itu, nilai ekspor ke negara tujuan lainnya masing-masing di bawah 7,00 persen.
Selama Januari-September 2021, ekspor terbesar Sulawesi Tengah (melalui Sulawesi Tengah dan Provinsi lain) ditujukan ke Tiongkok senilai US$3.484,81 juta, diikuti ke Taiwan senilai US$2.057,62 juta, Korea Selatan senilai US$626,01 juta, Italia senilai US$517,81 juta, dan Vietnam senilai US$396,24 juta. Berdasarkan kontribusinya, ekspor ke lima negara tujuan tersebut meliputi Tiongkok 40,85 persen, Taiwan 24,12persen, Korea Selatan 7,34 persen, Italia 6,07 persen, dan Vietnam 4,64 persen. HAI