PALU, MERCUSUAR – Panitia pelaksana program Ramadan Rumah Impian menyerahkan dua unit rumah kepada dua penerima kepala keluarga yang berada di Tondo dan Kalukubula, Sigi.
Penerima rumah pertama berasal dari Kalukubula, Sigi bernama Arman (47) yang bekerja sebagai pengumpul barang bekas dengan tujuh orang anak. Arman mendapatkan rumah dari pengembang perumahan Jingga Land di Perumahan Jingga Land Mpanau, Sigi.
Penerima rumah kedua berasal dari Tondo bernama, Anwar (53) bekerja sebagai buruh bangunan dengan dua orang anak dan selama ini menempati tanah milik orang selama 20 tahun.
Penyerahan rumah dilakukan Kadis Perumahan Kota Palu dan Asisten Sekda Kabupaten Sigi kepada dua orang penerima yang berhasil mendapatkan rumah dari 17 orang yang direkomendasikan anggota REI dan tim seleksi.
Ketua Panitia Pelaksana Ramadan Rumah Impian, Fahri A Basso berterimakasih seluruh panitia yang berasal dari REI dan luar anggota dengan berhasilnya pelaksanaan kegiatan yang dirancang sejak dua bulan ini.
Ketua DPD REI Sulteng, Muh Rizal mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Ramadan Rumah Impian berupa pemberian rumah kepada warga pra sejahtera, kegiatan ini merupakan kali kedua yang diadakan REI Sulteng karena sebelumnya pernah digelar tahun 2017 di Perumahan Baliase, Sigi.
Kegiatan ini, menurut Rizal sebagai ajang mempererat jalinan silahturahmi dan konsolidasi anggota REI dan menghilangkan anggapan sebagian masyarakat yang mengganggap pengembang hanya berbisnis rumah hanya untuk mencari keuntungan semata tanpa berkontribusi pada masyarakat.
“Dalam kegiatan ini kami bersama dengan anggota REI menyisihkan sebagian dari rezeki untuk membangun rumah dalam program ini, dan nilai rumah yang diberkan sebesar Rp156 juta per unit dan rumah yang diberikan sebanyak dua unit,” ujarnya.
Kedua penerima rumah gratis, Arman dan Anwar tidak bisa menyembuyikan kegembiraannya setelah diumumkan mendapatkan rumah yang selama ini tidak pernah terbayangkan. Kedua penerima seakan tidak percaya saat diumumkan mendapatkan rumah karena selama ini pihaknya hanya menumpang untuk berteduh karena penghasilan yang didapat hanya habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. HAI