PALU, MERCUSUAR – Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Bank Perekonomian Rakyat (DPD Perbarindo) Sulawesi Tengah menggelar kegiatan urun rembuk dan berbagi pandangan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah untuk membahas peluang dan tantangan industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) ke depan.
Kegiatan yang berlangsung pekan lalu di Palu, menjadi wadah diskusi bagi pelaku industri BPR/BPRS dan OJK untuk menyamakan persepsi, bertukar pandangan, serta merumuskan langkah strategis dalam mendorong perkembangan industri perbankan rakyat di Sulawesi Tengah.
Hadir dalam pertemuan itu, Ketua DPD Perbarindo Sulteng, Hendrik Sjam, bersama jajaran pengurus Perbarindo yang juga merupakan direksi BPR/BPRS di Sulawesi Tengah. Turut hadir Wakil Ketua OJK Sulteng, Andri, beserta sejumlah staf OJK Sulteng. Dalam diskusi tersebut, peserta membahas berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan serta tantangan yang perlu diantisipasi oleh BPR/BPRS, baik dalam menghadapi perkembangan industri jasa keuangan saat ini maupun dalam memperkuat daya saing pada masa mendatang.
Urun rembuk ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan koordinasi antara regulator dan pelaku industri, sehingga BPR/BPRS dapat mengembangkan strategi usaha yang sesuai dengan karakteristik serta potensi ekonomi daerah. Saat ini, terdapat tujuh BPR di Sulawesi Tengah yang tersebar di Kota Palu dan sejumlah wilayah lainnya.
Masing-masing BPR memiliki keunggulan dan karakteristik usaha yang dapat dikembangkan sesuai potensi daerah, termasuk dalam mendukung pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui kegiatan ini, Perbarindo Sulteng berharap terbangun kesamaan pandangan dan komitmen bersama untuk memperkuat peran BPR/BPRS dalam memperluas akses layanan keuangan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. HAI






