PARIGI MOUTONG, MERCUSUAR – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulteng, Dr. H. Junaidin menegaskan zikir hendaknya tidak berhenti pada ucapan lisan, tetapi tercermin dalam akhlak mulia dan tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
Hal itu disampaikannya, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dan Zikir Akbar yang diselenggarakan Majelis Zikir Ittihadul Ummat, di Desa Donggulu Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Minggu (11/10/2026).
“Lisan yang berzikir hendaknya menjadi lisan yang santun. Hati yang mengingat Allah hendaknya menjadi hati yang lapang dan jauh dari kebencian. Tangan yang terangkat dalam doa hendaknya menjadi tangan yang ringan membantu sesama,” ujar Junaidin.
Menurutnya, keberhasilan majelis zikir tidak hanya diukur dari jumlah jemaah atau lantunan zikir, tetapi juga dari perubahan perilaku setelah kegiatan. Karena itu, ibadah perlu menjadi landasan untuk memperkuat persaudaraan, menumbuhkan kepedulian sosial, dan menjaga kerukunan.
Pesan tersebut, menurutnya, sejalan dengan semangat Kemenag Berdampak, yakni menghadirkan kehidupan beragama yang tidak hanya memperkuat hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi kehidupan sosial.
Junaidin juga mengajak jemaah menjadikan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum meneladani akhlak Nabi, terutama dalam kejujuran, amanah, dan hubungan antarsesama.
“Jangan sampai kita merayakan Maulid, tetapi masih mudah menghina orang lain. Jangan sampai kita mengaku mencintai Nabi, tetapi kita masih memelihara permusuhan,” tegasnya. */IEA






