Bila Terpilih, Ar-Rahman Mekarkan Donggala Utara

  • Whatsapp
dr Anita Bugiswaty Noerdin dan Abd Rahman menyapa massa saat tampil di kampanye akbar di Desa Tambu, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Kamis (21/6). Sebelumnya antara lain Rendy Lamadjido menyampaikan orasi politiknya.(IST)

TAMBU, MERCUSUAR – Sekitar 10 ribu massa tumpah ruah di lapangan di Desa Tambu, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala untuk mengikuti kampanye terakhir pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Donggala, dr Anita Bugiswaty Noerdin dan Abdul Rahman, Kamis (21/6).

Sejak siang warga berdatangan ke Desa Tambu dan berkumpul di lapangan yang terbilang luas. Sengatan terik matahari tak menyurutkan mereka menanti pasangan nomor 1 atau yang dikenal dengan sebutan Ar-Rahman itu muncul di panggung.

Berita Terkait

Ketika acara dimulai, Anita dan Rahman yang diusung PDIP dan Hanura ini, tak kelihatan di panggung. Para juru kampanye seperti Rendy Lamadjido, Muharram Nurdin, Mahmud P Tahawi, dan lainnya sudah menyampaikan orasinya.

Anita dan Rahman justru tiba-tiba muncul dari bawah panggung yang dibuat khusus, ketika lagu Padamu Negeri berakhir. Keduanya pun langsung menyapa lautan manusia di bawah panggung

Dalam orasi politiknya, Anita banyak menyampaikan program yang hanya bisa berjalan dengan baik bila infrastruktur yang ada memadai.

“Saya sudah jalan ke desa-desa dan warga mengeluhkan kondisi jalan. Saya sudah jalan 120 hari hampir semua mengeluhkan kondisi itu. Di semua desa dan kecamatan yang saya datangi meminta pembangunan jalan, jembatan, irigasi yang bermutu. Percuma visi misi kami tidak akan bisa berjalan bila tidak dukungan infrastruktur,” kata Anita.

“Di desa Ovi di ujung Donggala, saya berjalan dan mendapati sekelompok anak sekolah tidak bisa sekolah karena tidak ada jembatan. Dana satu setengah triliun di APBD Donggala, setengahnya belanja pegawai. Hampir setengah dipakai bayar gaji sehingga sulit untuk membangun sektor lain,” katanya.

Kemudian, Anita berkomitmen akan memekarkan Donggala Utara menjadi kabupaten. Dia dan Abd Rahman akan mengupayakan pemekaran Donggala Utara.

Ini semua untuk pelayanan publik. Selama ini warga harus mengeluarkan biaya mahal hanya untuk mengurus administrasi di Banawa.

“Kami akan memindahkan pelayanan publik di Tambu untuk masyarakat. Perlu kami sampaikan bahwa hari ini, saya mewakafkan diri saya untuk masyarakat Donggala. Dan akan bekerja untuk pemekaran Donggala Utara,” janjinya.

Bila terpilih, Ar-Rahman juga akan membuka lapangan kerja bagi pengangguran yang masih tinggi di wilayah Donggala. Anak putus sekolah karena biaya mahal untuk melanjutkan sekolahnya.

“Kami ada program untuk sekolahkan ke perguruan tinggi. Akan sekolahkan di kedokteran sehingga bisa membangun desa terutama di sektor kesehatan. Banyak Puskesmas yang tidak punya dokter di Donggala,” kata Anita.

Anita juga menyampaikan ada isu agar tidak memilih dirinya karena orang Bugis. Ia mengakui bersekolah SMA di Makassar dan kuliah di Unhas.

“Ayah saya asal Ketong dan ibu saya dari desa Ganti. Kalau saya Bugis memangnya kenapa? Apakah tidak bisa dipilih? Tidak ada alasan karena saya orang Bugis,” tegasnya.

Bila terpilih, pasangan ini juga akan membuka akses pelayanan kesehatan, kartu sehat dan bisa dilayani di puskesmas. Juga di sektor ekonomi. Keterampilan bagi ibu-ibu. Hasilnya saya akan pasarkan di kota Donggala.

“Lima tahun Adipura lepas, kami akan kembalikan Adipura lagi. Hari ini terakhir kampanye, saya meminta agar memilih pasangan Ar-Rahman agar masyarakat Donggala lebih sejahtera,” tegasnya.

Sementata itu, calon Wakil Bupati Abdul Rahman, seorang arsitek, menyoroti infrastruktur yang selama ini tidak bermanfaat maksimal di masyarakat.

Pasangan Ar-Rahman, sebagai pasangan profesional akan berusaha semaksimalnya demi pembangunan Donggala.

Abdul Rahman juga menyampaikan akan mengembalikan kejayaan persepakbolaan di Donggala.

“Abdee Slank itu pemilik Celebest FC dan adik ibu dokter Anita. Ini akan menjadi sarana untuk mengembalikan kejayaan sepak bola di Donggala.

Pasangan ini juga memberikan jaket dan kaca mata yang dikenakan kepada pendukung di atas panggung.

Massa dihibur oleh Aty Kodong. Penyanyi bertubuh tambun itu juga pandai melawak sehingga massa bias dibuatnya tertawa terpingkal-pingkal.MAN

Baca Juga