Di Tengah Persoalan Huntap  Masyarakat Penyintas Sirenja Komitmen Jaga Kamtibmas

  • Whatsapp
IMG-20210818-WA0009-264cd2fa
DONGGALA, MERCUSUAR – Masyarakat penyintas bencana alam di Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala menegaskan sikap untuk tetap menjaga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungannya tetap terjaga, meskipun saat ini persoalan terkait hunian tetap (huntap) bagi penyintas bencana dipandang belum tuntas.
Tokoh masyarakat Sirenja, Riswan, mengungkapkan, setelah hampir 3 tahun sejak bencana alam gempa bumi dan tsunami terjadi, pembangunan huntap di Kecamatan Sirenja belum tuntas. Masyarakat pun telah melakukan berbagai upaya untuk menuntut hak-hak mereka sebagai penyintas bencana.
“Sejauh ini masyarakat penyintas di Kecamatan Sirenja telah melakukan berbagai upaya dalam menuntut hak-haknya, baik melakukan pertemuan dengan bupati, DPRD, hingga aksi unjuk rasa. Namun masyarakat penyintas di Sirenja dengan tegas akan terus menjunjung kamtibmas,” tegas Riswan, Rabu (18/8/2021).
Untuk menjaga kondisi kamtibmas tetap terjaga di lingkungan sekitar, Riswan juga mengingatkan kepada masyarakat untuk dapat bertindak selektif dalam menerima informasi, serta bijak dalam bermedia sosial.
“Masyarakat Sirenja siap untuk terus bersinergi dengan Polri, dalam mewujudkan kamtibmas di Kabupaten Donggala,” ujarnya.
Riswan menyebutkan, informasi yang diterima masyarakat penyintas di Sirenja proses pengerjaan huntap di Desa Lompio baru tuntas 70 persen dari target 283 unit.

Baca Juga