1.668 Mahasiswa Untad Angkatan 2011 Terancam DO

  • Whatsapp
Prof Dr Ir Muh Basir, SE, MS

TONDO, MERCUSUAR – Masa studi 1.668 mahasiswa angkatan 2011 Universitas Tadulako (Untad), tersisa lima hari lagi atau akan berakhir pada 30 Juni 2018. Sesuai dengan data mahasiswa angkatan 2011, yang dilaporkan langsung oleh masing-masing program studi kepada pihak Rektorat, ada sebanyak 1.330 mahasiswa yang tidak dapat diselamatkan untuk diselesaikan di sisa waktu yang tinggal 5 hari lagi.

Saat dikonfirmasi langsung, Rektor Untad, Prof Dr Ir Muh Basir, SE MS, membenarkan bahwa sebanyak 1.330 mahasiswa, tidak dapat diselamatkan pada tanggal terakhir di tahun ketujuh tersebut. Prof Basir melanjutkan, dari jumlah 1.330 mahasiswa tersebut, terdata sebanyak 795 mahasiswa sudah lama berstatus tidak aktif dan tanpa informasi. Mereka itu, urai Rektor, hanya aktif saat menjalani masa studi, antara semester 1 sampai dengan semester 5.

Berita Terkait

“Jadi ada sebanyak 795 mahasiswa yang sudah tidak aktif dan tanpa informasi. Sementara itu, sebanyak 535 mahasiswa berstatus aktif, tetapi tidak dapat selesai pada batas waktu 30 Juni mendatang,” jelas Prof Basir.

Untuk itu, bagi 535 mahasiswa yang tidak dapat selesai pada 30 Juni, tetapi berstatus aktif itu, Prof Basir mengharapkan agar mahasiswa tersebut proaktif untuk berkomunikasi dan berkonsultasi dengan pihak fakultas dan program studi masing-masing. Rektor Untad juga meyakini, 535 mahasiswa aktif itu dapat selesai jika pihak fakultas dan program studi dapat bekerja keras untuk “menyelamatkan” nasib mahasiswa tersebut.

“Saya telah menghimbau langsung kepada pihak fakultas dan program studi, agar dapat ‘menyelamatkan’ anak-anak kita mahasiswa angkatan 2011 yang masih aktif itu. Namun juga, saya memohon agar anak-anakku yang masih aktif itu, agar dapat proaktif dan berjuang untuk penyelesaian studi. Bagaimana pun, ini semua demi masa depan kalian, kebahagiaan orang tua, dan tentu saja pasangan maupun calon pasangan kalian yang telah menunggu,” pesan Prof Basir.

Terkait hal itu, Prof Basir mengemukakan, dari 535 mahasiswa yang kemungkinan masih dapat diselamatkan itu, jika ada rekomendasi dari pimpinan fakultas dan program studi, pihaknya akan memberikan tambahan waktu beberapa minggu untuk keperluan perampungan dan penyelesaian studi. Dispensasi itu akan diberikan jika ada di antara mahasiswa itu yang tinggal menyelesaikan ujian skripsi, atau pun tinggal menyelesaikan satu atau dua mata kuliahnya.

“Pihak fakultas dan program studi yang akan merekomendasikan. Jika tinggal ujian skripsi, tentu kami akan berikan tambahan waktu. Namun, jika ada di antara mahasiswa itu yang perolehan SKS-nya sangat minim, misalnya baru menyelesaikan 60 SKS, tentu ini tetap tidak dapat ‘diselamatkan’. Jangankan diberikan tambahan waktu satu tahun, diberikan tambahan waktu empat tahun pun belum tentu bisa diselesaikan,” urainya.

Saat ditanyakan terkait upaya lain jika ada mahasiswa yang belum dapat diselamatkan, Rektor menjawab, mahasiswa yang aktif pada semester ini, akan diberikan Surat Pindah agar dapat menyelesaikan studinya di perguruan tinggi lain. Sementara itu, bagi mahasiswa yang semester ini tidak aktif atau tidak terdaftar, pihaknya tetap akan memfasilitasi dengan memberikan Surat Keterangan Pernah Belajar di Untad.

“Bagi yang tidak dapat diselamatkan tetapi aktif, kami akan berikan Surat Pindah. Bagi yang sudah tidak terdaftar, kami akan berikan Surat Keterangan Pernah Belajar di Untad. Insya Allah, dapat digunakan untuk keperluan penyelesaian studi di tempat lain,” jelas Prof Basir.

Baca Juga