TANAMODINDI, MERCUSUAR – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, bertemu langsung dengan sejumlah peserta program Specified Skilled Worker (SSW) Jepang di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Palu, Selasa (13/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari persiapan peserta sebelum mengikuti pelatihan dan diberangkatkan ke Jepang.
Program SSW merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kota Palu bersama lembaga ISO Jepang sebagai upaya memfasilitasi masyarakat, khususnya calon tenaga kerja, untuk memperoleh kesempatan bekerja di Jepang. Dari 250 peserta yang mengikuti proses seleksi, sebanyak 17 orang dinyatakan terpilih untuk melanjutkan program tersebut.
Dalam arahannya, Hadianto menyampaikan rasa syukur atas terpilihnya para peserta. Ia meminta seluruh calon tenaga kerja mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh, menaati arahan instruktur, serta mempersiapkan diri sebaik mungkin agar dapat menyelesaikan program dan segera diterima bekerja di perusahaan-perusahaan di Jepang.
“Program ini harus kalian jalani dengan sebaik-baiknya. Pastikan kalian mengikuti arahan dengan baik sehingga bisa menyelesaikan program ini dengan baik dan secepatnya diterima bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di Jepang,” tegas Hadianto.
Hadianto juga mengingatkan peserta agar memiliki mental tangguh, disiplin, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan selama pelatihan maupun ketika berada di lingkungan kerja baru. Ia meminta peserta memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai langkah untuk meningkatkan keterampilan dan membuka peluang masa depan yang lebih baik.
“Prinsipnya, kami Pemerintah Kota Palu bersyukur bisa memediasi dan memfasilitasi kalian untuk mencapai apa yang menjadi harapan kalian. Jangan cengeng, baru satu atau dua minggu sudah ingin pulang,” pesannya.
Menutup arahannya, Hadianto mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang terpilih. Ia berharap mereka dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan lancar, menjaga nama baik Kota Palu, serta menunjukkan sikap profesional dan bertanggung jawab hingga nantinya siap memasuki dunia kerja di Jepang. UTM






