Magister Manajemen Untad Raih Akreditasi Unggul

Program Studi Magister Manajemen Universitas Tadulako (Untad) meraih predikat Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA). FOTO: DOK HUMAS UNTAD

TONDO, MERCUSUAR — Program Studi Magister Manajemen Universitas Tadulako (Untad) meraih predikat Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA). Capaian ini menambah jumlah program studi berakreditasi Unggul di Untad menjadi 38 program studi.

Predikat tersebut ditetapkan melalui Keputusan LAMEMBA Nomor 329/DE/A.5/LAMEMBA-U/X/2026 dan berlaku selama lima tahun, mulai 2 Oktober 2026 hingga 2 Oktober 2031.

Ketua Program Studi Magister Manajemen Untad, Dr. Juliana Kadang, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai unsur dalam penyelenggaraan pendidikan, mulai dari dosen dan mahasiswa hingga pengelola program studi.
“Capaian akreditasi Unggul selama lima tahun ini bukan hanya kinerja program S2 sendiri, tetapi melibatkan banyak unsur yang saling menopang,” ujarnya kepada Tim Humas Untad.

Menurut Juliana, kinerja dosen dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian. Kontribusi tersebut mencakup publikasi ilmiah pada jurnal terindeks SINTA dan Scopus, penyusunan book chapter, serta keterlibatan dosen sebagai tenaga ahli di pemerintahan.

Dari sisi mahasiswa, kontribusi terlihat melalui penulisan artikel ilmiah berbasis tugas akhir dan penyelesaian studi tepat waktu. Sejumlah mahasiswa bahkan mampu menyelesaikan studi dalam 3,5 semester dari masa studi normal empat semester.

Penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) juga menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian asesor. Evaluasi mencakup implementasi kurikulum, pengukuran capaian pembelajaran, dan rencana tindak lanjut untuk perbaikan mutu.

Dalam proses akreditasi, tim program studi menyiapkan basis data dan dokumen pendukung berdasarkan tujuh kriteria penilaian, meliputi kinerja dosen, rekam jejak mahasiswa, tata kelola unit pengelola, serta sistem penjaminan mutu.
Ke depan, Program Studi Magister Manajemen akan menindaklanjuti rekomendasi asesor melalui pengembangan aplikasi digital untuk penilaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan pelibatan praktisi dalam pembelajaran.

Mulai Semester Genap Tahun Akademik 2026/2027, program studi tersebut merencanakan kerja sama dengan KADIN Sulawesi Tengah untuk menghadirkan pelaku usaha dalam proses pembelajaran berbasis praktik.

Upaya menjaga mutu juga dilakukan melalui penyeragaman bahan ajar dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) di kelas paralel, evaluasi pembelajaran oleh Gugus Kendali Mutu, serta pendampingan mahasiswa tingkat akhir agar menyelesaikan studi tepat waktu.

Bagi alumni, predikat Unggul dapat menjadi nilai tambah dalam memenuhi persyaratan administrasi pada proses rekrutmen kerja tertentu. Sementara bagi Untad, capaian ini memperkuat rekam jejak penjaminan mutu sekaligus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.

Berdasarkan data Pusat Layanan Akreditasi dan SPMI Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Untad, jumlah program studi berakreditasi Unggul di universitas tersebut kini mencapai 38 program studi. */JEF

Pos terkait