191 Masjid Rusak akibat Gempa

  • Whatsapp
IMG-20181017-WA0048~2

PALU, MERCUSUAR – Sebanyak 993 rumah ibadah plus 28 balai nikah/Kantor Urusan Agama (KUA) dilaporkan mengalami kerusakan pasca gempa, tsunami, dan likuefaksi yang melanda Palu dan sekitarnya, Jumat (28/9/2018) petang. Dari jumlah yang dirilis Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tengah itu, masjid yang rusak sebanyak 191, terdiri dari 54 masjid rusak ringan, 49 masjid rusak sedang, dan 88 masjid rusak berat. Sementara musala yang terdampak ada 12, yakni dua rusak ringan, tiga rusak sedang, dan tujuh rusak berat.
Adapun balai nikah atau KUA yang terdampak ada 28, di mana 24 balai nikah mengalami rusak ringan dan sedang. Sementara empat balai nikah yang rusak berat, masing-masing satu di Sirenja, Kabupaten Donggala, dan di Sigi Biromaru, Kulawi, dan Tanambulava di Kabupaten Sigi. “Kerusakan terparah pada KUA Tanambulava karena di daerah tersebut terjadi likuefaksi dan lokasinya bergeser, sehingga harus ada relokasi dan dibangun baru,” kata Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam pada kanwil Kemenag Sulteng, H. Ramli kepada Mercusuar, Rabu (17/10/2018).
Bangunan yang rusak ringan dan rusak sedang akan dilakukan rehabilitasi, sementara yang rusak berat akan dihancurkan dan dibangun baru.
Ramli menjelaskan, rumah-rumah ibadah yang rusak ini berada di empat daerah terdampak gempa, tsunami, dan likuefaksi di Sulteng, yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala, serta Kabupaten Parigi Moutong.
Dikatakan, jumlah masjid dan musala yang mengalami kerusakan kemungkinan masih akan bertambah mengingat masih ada daerah di Kabupaten Donggala yang belum terakses, seperti karena terkendala jaringan.
Selaku pejabat Bimas Islam kanwil, pihaknya telah melaporkan data ini kepada Dirjen Bimas Islam Kemenag RI untuk kiranya mendapatkan bantuan, baik melalui APBN, maupun pihak lain yang diperkenankan sesuai aturan.
Pihaknya saat inj hanya fokus pada recovery rumah ibadah pasca gempa, sementara untuk recovery kemanusiaan, ia menyilakan kepada pihak lain yang berkenan membantu.
“Kami juga membuka posko di Kanwil Agama untuk membantu korban gempa, terutama korban korban di lingkungan Kanwil Agama yang juga banyak menjadi korban,” tandasnya. DAR

Pilihan Redaksi :  Bentuk Hukum BUMD Kota Palu akan Direvisi

Baca Juga