PALU, MERCUSUAR – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulteng, Dr. H. Junaidin menegaskan Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) 2026 menjadi sarana penting untuk memetakan sekaligus memperkuat kompetensi sumber daya manusia madrasah.
“Kita berharap, asesmen ini melahirkan gambaran kompetensi yang dapat menjadi dasar dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah,” ujar Junaidin, di Palu, baru-baru ini.
Menurutnya, AKGTK bukan semata-mata menjadi kegiatan untuk mengukur kemampuan peserta, tetapi juga diharapkan membuka ruang bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan madrasah untuk memperkuat perannya dalam menyiapkan generasi yang unggul.
“Kita ingin membawa madrasah sebagai lembaga pendidikan yang maju dan mendunia. Karena itu, peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan menjadi bagian penting dalam mewujudkan cita-cita tersebut,” tegasnya.
Junaidin mengatakan, pelaksanaan AKGTK juga menjadi bagian dari transformasi digital Kemenag. Asesmen kompetensi yang dilaksanakan berbasis digital diharapkan dapat mendukung tata kelola pendidikan yang lebih efektif sekaligus menghasilkan data kompetensi yang akurat.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kanwil Kemenag Sulteng, H. Muh. Syamsu Nursi menjelaskan, AKGTK bertujuan memetakan kompetensi guru-guru, serta sebagai acuan pembinaan terhadap guru dan tenaga kependidikan madrasah
Ia menegaskan, hasil AKGTK tidak boleh berhenti pada angka atau nilai. Data hasil asesmen harus dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan program peningkatan kompetensi, pengembangan keprofesian berkelanjutan, penguatan komunitas belajar, MGMP, KKG, serta berbagai program pembinaan guru dan tenaga kependidikan madrasah.
“Guru madrasah tidak boleh berhenti belajar. Teknologi berkembang, karakter peserta didik berubah, kebutuhan pembelajaran semakin kompleks, dan tantangan pendidikan semakin besar. Karena itu, kompetensi guru harus terus dikembangkan sesuai dengan tuntutan zaman,” ujar Syamsu, usai meninjau pelaksanaan AKGTK di Poso, baru-baru ini.
AKGTK 2026 berlangsung pada 5—9 Oktober 2026, diikuti 5.915 peserta di lingkungan Kanwil Kemenag Sulteng, terdiri atas 5.044 guru, 688 kepala madrasah, 92 pengawas madrasah, 80 tenaga perpustakaan, dan 11 tenaga laboratorium. */IEA






