Aroma Culas di Kemenag Sulteng

  • Whatsapp
Gedung MAN IC Kota Palu, Jalan Bukit Tunggal, RT. 03/RW. 03, Mamboro, Palu Utara, Palu Utara Kota Palu, Sulteng. FOTO: IST

PALU, MERCUSUAR – Sejumlah proyek pengadaan barang dan jasa di Kantor Wilayah (Kanwil)  Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tengah (Sulteng) ditengarai terdapat kejanggalan dan menyalahi prosedur dalam pelaksanaan proses lelang. Selain sarat aroma korupsi dan kolusi, terjadi indikasi keculasan dan diduga ada permainan ‘kotor’ antara rekanan dengan pejabat di instansi tersebut. Hal itu dikemukakan salah seorang pelaku usaha penyedia barang dan jasa, Nizar Dg Rahmatu kepada media ini, Kamis (21/6/2018).
Sinyalemen adanya konspirasi ‘jahat’ ini terkuak ungkap Nizar, setelah beberapa penyedia barang dan jasa  di Sulteng merasa dirugikan dengan kebijakan dilakukan tim Pokja Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kanwil Kemenag Sulteng beberapa waktu lalu saat lelang paket proyek peningkatan sarana dan prasarana pendukung Madrasyah melalui SBSN dengan anggaran sekira Rp 5,9 miliar di Mandrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia (MAN IC) Kota Palu, Jalan Bukit Tunggal, RT. 03/RW. 03, Mamboro, Palu Utara, Palu Utara Kota Palu Sulteng beberapa waktu lalu. Menurutnya, bagaimana mungkin serangkaian proyek yang sedianya diumumkan oleh ULP Kemenag Sulteng, kemudian dialihkan di ULP Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dengan alasan yang tidak rasional. Ironisnya lagi katanya, proyek – proyek ini diumumkan  menjelang libur panjang lebaran dan penutupannya dua hari jelang hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah tahun 2018.

Pilihan Redaksi :  Kemendes Tunjuk UIN Datokarama Penyelenggara Seleksi PLD

“Alasannya, server down sehingga harus dilelang di tempat lain. Kami baru mengetahui setelah lelang proyek ini di tutup,” tandas Nizar.

Berita Terkait

Ia berpendapat, alasan ini sangat tidak etis dan elok. Kemana azas transparansi dan akuntablitas pihak penyelenggara sebagai pengguna anggaran Negara. Nizar mengaku heran dan menjadi tanda Tanya besar, mengapa Pokja ULP Kanwil  Kemenang Sulteng tidak menyampaikan pengalihan lelang proyek ini kepada Lembaga Kebijakan Pengadaan Pemerintah (LKPP) sebagai lembaga yang mengatur proses tender, supaya semua penyedia jasa di Sulteng bisa mengetahui pengalihan tersebut.

“Jadi pemindahan ini sah-sah saja, sepanjang ada penyampaian. Jika lelang ini dilakukan terkesan sembunyi – sembunyi. Maka wajar jika kami menduga ada permainan tidak sehat,” katanya.

Pilihan Redaksi :  Daerah Nihil Kasus COVID-19 di Sulteng Bertambah

Dugaan itu ujar Nizar, dengan tujuan ingin memenangkan salah satu rekanan yang seolah – olah sudah diinformasikan dan terindikasi sudah diarahkan oleh oknum – oknum penanggung jawab proyek. Dengan adanya peristiwa ini, ia berharap, Kakanwil Kemenag Sulteng yang baru, Rusman Langke tidak tinggal diam dengan serangkaian persoalan mega proyek di tubuh Kanwil Kemenag Sulteng, karena belum hilang di ingatan publik, bagaimana persoalan proyek Asrama Haji yang sampai saat ini masih mangkrak dan mandeg.  Padahal niat pemerintah pusat sangat mulia dengan mengucurkan dana yang nilainya sangat fantastis, yakni mencapai Rp 46 miliar.

“Jadi  ini bukan hanya masalah kerugian keuangan negara, tetapi kemaslahatan umat Islam yang di korbankan,” jelasnya.

Nizar juga menyinggung, jangan sampai nama  Kakanwil Rusman Langke yang baru ini  tercoreng, lantaran ulah segelintir jajarannya  yang tidak profesional. Sebab  bisa jadi, cara-cara seperti ini sengaja dilakukan karena proyek ini disinyalir sudah ada pemiliknya alias bertuan, sehingga pihak lain tidak bisa ikut berkompetitor dalam proses tender dan memenangkan proyek tersebut.

Pilihan Redaksi :  Reses Anggota DPRD Sulteng, Warga Parmout Minta Perbaikan Irigasi

“Sebaiknya Kakanwil segera membenahi struktur termasuk tim Pokja ULP, agar tidak terjadi penyimpangan dan kesalahan dalam proses tender,” katanya.
Nizar pun berharap aparat penegak hukum segera menyikapi permasalahan ini agar tidak terulang kembali kasus skandal mega proyek di Kanwil Kemenag Sulteng, meskipun disadari untuk paket proyek peningkatan sarana sarana dan prasarana pendukung Madrasyah melalui SBSN belum terjadi kerugian negara.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sulteng, Rusman Langke yang dikonfirmasi via ponsel aplikasi whatsApp belum mengangkat telepon genggamnya sekalipun terlihat berdering dan nada panggilan berbunyi yang menandakan bwahwa panggilan tersambung. Pesan konfirmasi melalui whatsApp juga belum dibalas . Sementara Ketua Pokja ULP Kemenag Sulteng, Ratna yang juga Kasubag Umum yang hendak ditemui di kantornya tidak berada di tempat.

“Maaf ibu Kasubag Umum lagi keluar,”ujar salah seorang pegawai kantor Kemenag singkat.

Sampai berita ini naik cetak, belum ada tanggapan dari Kakanwil, Rustman Langke maupun pejabat yang terkait pada paket proyek tersbut. BOB

Baca Juga