Diharapkan Ada Gagasan Intelek Membangun

  • Whatsapp

PALU, MERCUSUAR – Gubernur Sulteng, Longki Djanggola diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Siti Norma Mardjanu, membuka Dialog Kebangsaan Dalam Rangka Milad ke-54 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bertempat di salah hotel Kota Palu, Kamis (5/4/2018).

Dalam sambutan tertulis Gubernur Longki yang dibacakan Staf Ahli  Siti Norma, kelahiran IMM 54 tahun lalu, dilatari oleh pertalian historis perjalanan organisasi Muhammadiyah yang didirikan K.H Ahmad Dahlan. Ini berarti setiap hal yang dilakukan IMM adalah cerminan langsung dari keinginan luhur para pendiri Muhammadiyah sehingga bisa dikatakan IMM adalah perpanjangan dan pelangsung amal usaha Muhammadiyah kepada umat dan masyarakat.

Berita Terkait

Pilihan Redaksi :  Ketua TP-PKK Pertemuan dengan Tim Perempuan Adipura

“Atas nama pribadi gubernur dan pemerintah, mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi – tingginya atas Milad ke-54 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah,” tutur Siti Norma

Harapannya, semoga gema Milad ini diresapi para kader dan aktivis IMM sebagai momentum substansial dalam memaksimalkan kiprah IMM Sulteng sebagai dinamisator perubahan, kontrol sosial dan mitra pembangun yang sinerji dengan pemerintah daerah.

Siti Norma Mardjanu menyampaikan sebagai organisasi yang sudah lama eksis di pergerakan kemahasiswaan di Indonesia, sudah barang tentu kapasitas IMM tidak diragukan lagi karena basis kaderisasi Muhammadiyah dalam menyiapkan kader-kader yang intelek, humanis, dan religious sehingga berperan optimal menjadi kader pergerakan, kader umat, dan kader bangsa.

Pilihan Redaksi :  Wali Kota: Pemilihan Sekkot Munculkan Banyak Isu

“Dialog kebangsaan ini saya anggap strategis untuk memberikan pengetahuan dan pencerahan tentang kondisi kebangsaan serta untuk menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan,” katanya.

Sementara Kepala Pimpinan Wilayah Muhammadiyah yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Palu, DR. Rajindra SH, MH mengapresiasi atas terlaksananya dialog tersebut. Ia berharap dialog yang dilaksanakan akan melahirkan sebuah gagasan, namun terlebih dahulu harus dimulai dari diri sendiri. Tektor Rajindra berpendapat untuk mencapai suatu keberhasilan, terlebih dahulu harus memperbaiki ahlak dan moral. BOB

Baca Juga