BESUSU TENGAH, MERCUSUAR – Pemerintah Kota Palu melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bekerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, menggelar Festival Kebangsaan 2022, yang puncak acaranya dilaksanakan di panggung utama Taman GOR Palu, Senin (8/8/2022).
Dalam testimoni kebangsaan sebelum acara puncak dimulai, Wakil Kepala BPIP RI, Karjono menegaskan Pancasila adalah dasar negara yang merupakan ideologi negara dan alat pemersatu bangsa yang harus dibumikan.
“Pancasila merupakan perjanjian luhur bangsa. Untuk itu, mari kita sama-sama menjunjung tinggi Pacasila, gotong royong saling memberikan kontribusi, memberi dan menerima, dan untuk saling tidak memberi berita-berita yang tidak baik dan menyesatkan,” tegas Karjono.
Wakil Wali Kota Palu, dr. Reny A Lamadjido menyampaikan, Pancasila selama ini telah memersatukan seluruh elemen masyarakat di Kota Palu. Dengan ideologi Pancasila, masyarakat di Kota Palu dapat merasakan kenyamanan hidup.
“Kita tidak dibatasi bergaul dengan siapa saja, kehidupan kita aman sentosa, yang dirasakan sejak kita kecil. Ideologi Pancasila memberikan kita kenyamanan hidup,” ujar Reny.
Sebelumnya, salah satu rangkaian kegiatan Festival Kebangsaan 2022, digelar Bedah Musik Kebangsaan, di salah satu café di Palu, Minggu (7/8/2022). Pada kesempatan itu, hadir sebagai narasumber masing-masing Sekretaris Utama BPIP RI, Dr. Adhianti, Direktur Sosialisasi dan Komunikasi BPIP RI, Moh Akbar Hadira, Musikus Nasional, Gilang Ramadhan, dan Budayawan, Ngatawi Alzastrouw.
Sementara, Kepala Badan Kesbangpol Kota Palu, H. Ansyar Sutiadi mengatakan, Festival Kebangsaan merupakan bagian dari pembinaan ideologi Pancasila, serta wadah bagi segenap anak bangsa di Kota Palu, untuk mengekspresikan diri.
“Berbicara pembinaan ideologi Pancasila, bagaimana kita menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila dalam aktivitas sosial kemasyarakatan kita,” ujar Ansyar.
Menurutnya, BPIP RI telah menggagas pembinaan internalisasi Pancasila sebagai living ideology, yang implementasinya dapat dirasakan di seluruh sendi kehidupan masyarakat.
“Jadi Pancasila bukan hanya sebagai teks mati, yang hanya dihafalkan tapi tidak diimplementasikan nilai-nilainya,”pungkas Ansyar. IEA