FUI Sulteng: Hindari Hoaks Menuju Pemilu Damai

  • Whatsapp
DIALOG

TALISE, MERCUSUAR – Maraknya pemberitaan yang berbau kebohongan (hoaks), di tahun politik menjelang pesta demokrasi Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, ternyata telah mengusik ketenangan berbagai kalangan. Tidak terkecuali Forum Umat Islam (FUI) Sulawesi Tengah (Sulteng).

Ketua FUI Sulteng, Ustad Hartono M Yasin Anda, mengingatkan kepada masyarakat Indonesia, khususnya umat muslim di Kota Palu untuk menghindari segala bentuk pemberitaan yang berbau kebohongan, paham-paham radikalisme serta intoleransi.

Berita Terkait

“Kita akan menghadapi pemilu, tetapi kita jangan terpecah belah walaupun berbeda. Kita harus pintar menggunakan media sosial karena di zaman sekarang banyak berita hoaks atau belum benar beritanya,” kata Ustad Hartono, di Palu, Senin (13/8/2018).

Pilihan Redaksi :  Peringatan Hari Disabilitas Internasional, Ratusan Penyandang Disabilitas Meriahkan Jalan Santai

Menurutnya, Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah, dari hal yang terkecil sampai hal terbesar, termasuk di antaranya yang paling prinsip adalah bagaimana umat manusia lebih khusus kaum mukminin untuk menghindari serta jatuh dalam kedustaan.

“Hoaks ini tidak hanya dalam pemberitaan, tapi dalam berkomunikasi langsung atau berintegrasi dengan orang lain. Prinsifnya sebagai orang yang beriman, harus menghindari namanya dusta walaupun sedikit,” pinta Ustad Hartono.

Ketua FUI yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Liwautul Haq ini menjelaskan, Rasulullah berkata bahwa dusta itu adalah pokok dari semua dosa. Jika sekarang ada gerakan anti hoaks, itu sejak awal sudah Islam tetapkan. Hal yang 14 abad lalu Rasulullah telah mewanti-wanti kepada umatnya untuk dihindari.

Pilihan Redaksi :  Program TP PKK Memerlukan Dukungan Pemda

“Saat ini kita harus terus menegakkan dan bekerja sama dengan mengajak masyarakat untuk mengindari itu semua,” katanya

Ustad Hartono mengimbau, jangan karena ada persoalan – persoalan atau beda pilihan politik dan sebagainya, masing-masing pendukung memakai dengan cara – cara atau dengan kata lain menghalalkan segala macam cara sampai kepada tingkat kebohongan pun, itu seolah menjadi legal.

Dia menegaskan, hal ini menjadi persoalan yang harus hindari bersama jika ingin mewujudkan Pileg dan Pilpres 2019 berjalan dengan aman, damai, serta demokratis.

“Jika keamanan kondusif dan tercapai kesejahteraan masyarakat, maka akan terwujud negara Baldatun Tayyibatun Warabbun Gafuur,” tandasnya. BOB

Baca Juga