Isu Pemindahan Ibu Kota Sulteng Sarat Kepentingan

  • Whatsapp
IMG-20181013-WA0039

PALU, MERCUSUAR – Isu relokasi atau pemindahan Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah dari Kota Palu ke wilayah lain akhir – akhir terus dibergulir. Alasannya beragam, salah satunya lantaran Palu masuk dalam jalur sesar Palu – Koro yang merupakan suatu sistem zona patahan sesar mendatar mengkiri besar aktif yang memanjang dari Utara – Barat Laut ke Selatan – Tenggara di pulau Sulawesi di Indonesia, sehingga hal itu dianggap berbahaya bagi sebuah Ibu Kota Provinsi.

Menanggapi isu ini, Presiden Presidium Gerakan Rakyat Untuk Daerah (Garuda) Sulawesi Tengah, Sofyan Lasimpara menolak tegas jika itu dilakukan. Menurut dia relokasi ibu provinsi tidak perlu dilakukan karena Palu masih sangat layak. Sofyam menduga isu ini sengaja dimunculkan oleh elit – elit tertentu.

Pilihan Redaksi :  Daerah Nihil Kasus COVID-19 di Sulteng Bertambah

“Kami mencurigai ada kepentingan dalam skala besar oleh para pemodal terhadap daerah ini,” ujar Sofyan, Sabtu (13/10/2018).

Selaku penduduk Kota Palu kata dia, tidak akan membiarkan jika itu terjadi, apalagi dirinya sebagai putra daerah asli asal Palu. Ia menegaskan pemerintah pusat atau siapa pun pihak menghembuskan isu ini supaya tidak lagi berbicara soal pemindahan ibu kota.

“Janganlah menggiring mindset masyarakat dengan argumentasi tehnis ilmu bumi bahwa Palu seolah – olah kota ini berbahaya sehingga masyarakat jadi panik,” tadasnya.

Sofyan mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ragu bermukim di Kota Palu. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan semua stakeholder untuk sama – sama membangun Kota Palu yang lebih baik ke depan. Namun demikian ia menyarankan kepada pemerintah agar pembangunan di Palu harus memperhatikan segala aspek, menata kembali kota ini, seperti RTRW dan zonasi wilayah layak huni. Sofyan mengatakan, Palu harus bangkit, Sulteng harus bangkit, jadikan bencana yang menimpa daerah ini sebagai bahan renungan dan intropeksi diri untuk kemajuan pembangunan daerah. BOB

Baca Juga