JKSK Gelar Halal Bihalal

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, saat menyampaikan sambutan, pada halalbihalal yang dilaksanakan JKSK, di kompleks makam Pue Yeko di kawasan Miangas, Kelurahan Lolu Selatan, Minggu (28/4/2024). FOTO: JEFRI/MS

LOLU SELATAN, MERCUSUAR – Komunitas Jelajah Kisah Suku Kaili (JKSK) melaksanakan Halalbihalal yang dirangkaikan dengan Selamatan Pemugaran Kompleks Makam Pue Yeko. Halalbihalal ini dilaksanakan di kompleks makam Pue Yeko di kawasan Miangas, Kelurahan Lolu Selatan. 

Arkeolog, Iksam, mewakili pihak keluarga, mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan halalbihalal ini. Kegiatan ini sendiri kata dia, menghadirkan tiga komunitas kerukunan, yakni Kerukunan Minangkabau, Kerukunan Tionghoa, dan Kerukunan Pue Yeko. 

“Kenapa hadir Kerukunan Minangkabau, karena di kompleks makam Pue Yeko ini juga terdapat makam pengikut Dato Karama, yakni Tengku Zainal Abu Bakar, yang dikenal dengan sebutan Dato Santri. Kemudian dari Kerukunan Tionghoa, salah seorang anak Pue Yeko, yakni Cawara, yang menikah dengan orang Tionghoa, yakni Kwee A’ing,” jelasnya. 

Iksam berharap, dengan kegiatan ini, hubungan kekerabatan antar kerukunan di Palu semakin erat. 

Selanjutnya, Ketua Paguyuban Sosial Masyarakat Tionghoa (PSMTI) Sulteng, Chandra Wijaya, yang memprakarsai pemugaran kompleks makam Pue Yeko, mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan ini. Pihaknya berharap silaturahmi antar kerukunan ini tetap terjaga di Kota Palu. 

Hal serupa juga dikatakan Ketua Kerukunan Ikatan Keluarga Minangkabau Sulawesi Tengah, Prof. Dr. Ramadanil Pitopang, M.Si. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat baik untuk merekatkan silaturahmi dan persaudaraan antar etnis di Sulteng. 

Hal ini juga diamini oleh mantan Wali Kota Palu, Hidayat. Dirinya mendorong agar penelusuran sejarah Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu, semakin masif dilakukan, agar generasi berikutnya mengenal sejarah daerahnya.

Pos terkait