UIN Datokarama, Mahasiswa dari Enam Negara Ikuti Upacara HUT RI

Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama dari enam negara turut mengikuti Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan kampus, Senin (17/8/2026). FOTO: DOK HUMAS UIN DK

LERE, MERCUSUAR — Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama dari enam negara turut mengikuti Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan kampus, Senin (17/8/2026).

Mahasiswa internasional asal Somalia, Ethiopia, Thailand, Filipina, Nigeria, dan Yaman tersebut menyatu dengan mahasiswa lainnya dalam upacara yang berlangsung khidmat.

Rektor UIN Datokarama Prof. Lukman Thahir mengapresiasi keikutsertaan mahasiswa internasional dalam peringatan kemerdekaan Indonesia.

“Saya bangga dan mengapresiasi keikutsertaan para mahasiswa asing dalam perayaan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia ini,” kata Lukman.

Upacara juga berlangsung dalam nuansa budaya Nusantara. Seluruh peserta mengenakan pakaian khas daerah masing-masing sehingga menampilkan keberagaman budaya Indonesia.

Lukman mengatakan kehadiran mahasiswa internasional menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus menunjukkan bahwa keberagaman menjadi bagian penting dari kehidupan bangsa.
“Hal ini sekaligus memperkenalkan budaya kepada mahasiswa internasional yang hadir dalam upacara kemerdekaan hari ini,” ujarnya.

Menurut Lukman, Indonesia dapat menjadi bangsa besar karena keberagaman. Karena itu, kerukunan harus menjadi modal dasar pembangunan.
Ia mengutip data Kementerian Agama yang menunjukkan Indeks Kerukunan Umat Beragama meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025. Menurutnya, peningkatan tersebut patut disyukuri dan harus dijaga dengan tidak menjadikan perbedaan maupun agama sebagai alasan untuk bermusuhan.

“Jadikan agama dan nilai-nilainya sebagai jalan untuk saling menguatkan dan memberikan makna kehidupan,” katanya.
Lukman mengatakan 81 tahun kemerdekaan mengajarkan bahwa kemerdekaan merupakan hasil perjuangan para pahlawan yang harus dijaga melalui kontribusi pada masa kini.

“Jika dahulu mereka mengangkat senjata, hari ini kita mengembangkan ilmu dan memanfaatkannya untuk kebaikan bagi manusia dan alam raya. Jika dahulu mereka bertaruh nyawa, hari ini kita harus mempertaruhkan integritas,” ungkapnya.

Ia mengajak seluruh ASN UIN Datokarama bekerja dengan sungguh-sungguh, melayani dengan tulus, merawat kerukunan, menguasai teknologi tanpa kehilangan etika, serta menjadikan agama sebagai sumber kedamaian, persatuan, dan kemajuan bangsa.

“Bangsa besar tidak hanya dibangun oleh ekonomi dan teknologi. Bangsa besar juga dibangun oleh kekuatan doa, keluhuran akhlak, dan kokohnya persatuan,” pungkasnya.

Pos terkait