PALU MERCUSUAR Madrasah Aliyah Negeri (MAN 1) Kota Palu, menggelar peringatan HUT RI ke 83, di halaman sekolah, dengan khidmat, Senin (17/8/2026) yang dipimpin oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Drs. H Haerudin, M.PKim, yang dihadiri seluruh dewan guru dan siswa, yang ditutup dengan beberapa penampilan siswa dan sisw MAN 1 Kota Palu.
Dalam amanatnya, Drs H Haerudin mengatakan, bahwasanya kemerdekaan bukan hadiah, tetapi lahir dari perjuangan, pengorbanan, darah, air mata, dan doa para pendahulu kita. Pembukaan UUD 1945 menegaskan bahwa kemerdekaan terjadi atas berkat rahmat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena itu, kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tapi amanah untuk disyukuri dan diwujudkan.
“Sejarah mencatat, para tokoh agama dan umatnya ikut berdiri di garis depan perjuangan untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Ulama, pendeta, pastor, pandita, bhikkhu, dan tokoh agama lainnya telah menanamkan keberanian, persatuan, dan cinta tanah air,” tukasnya, mengutip sambutan Menteri Agama RI.
Lanjut Haerudin, Indonesia besar karena keberagaman. Karenanya, kerukunan jadi modal dasar pembangunan. Tanpa kerukunan, bangsa ini sulit bertumbuh dan maju. Indeks Kerukunan Umat Beragama kita terus meningkat, dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025. Ini pencapaian tertinggi. Indeks Kesalehan Umat Beragama 2025, juga mencapai 84,61.
“Kondisi ini harus kita syukuri. Jangan biarkan perbedaan jadi alasan bermusuhan. Jangan biarkan agama jadi alasan saling menjauh. Jadikan agama dan nilai-nilainya sebagai jalan untuk saling menguatkan dan memberikan makna kehidupan,” tekannya.
Sementera itu, Kepala MAN 1 Kota Palu, Hj Rusdiana SPd MPd, ditemui terpisah, menegaskan, kalau sekolah yang dipimpinnya itu, meskipun saat ini, di lokasi sekolahnya, ada proses Pembangunan gedung bertingkat, namun tidak menghalangi proses upacara peringatan detik-detik proklamasi, yang diselenggarakan secara khidmat.
“Bahkan, kami kemudian menyajikan beberapa penampilan seni dari anak didik kami, ada yang menampilkan keindahahan dalam keberagaman, sesuai dengan tema kita hari memperingati HUT RI,” urai Hj Rusdiana.
Dija juga menegaskan, sekolah yang dipimpinnya itu, adalah bagian dari Kementerian Agama RI, sehingga juga terus mendorong pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan pikiran, tetapi juga membentuk karakter. Melalui Kurikulum Berbasis Cinta.
“Kita ingin melahirkan peserta didik yang berkarakter dan toleran. Melalui program Ekoteologi, kita menggerakkan aksi nyata pelestarian alam untuk mendukung Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (Asri),” pungkasnya. (MBH)






