LOLU SELATAN, MERCUSUAR — Suasana kebersamaan mewarnai malam perayaan Moon Cake Festival atau Festival Kue Bulan di Kolam 12 Shio, Milenium Waterpark Palu, Sabtu (26/9/2026). Masyarakat dari berbagai latar belakang berkumpul dalam suasana ramah tamah, berbagi cerita, menikmati kue bulan, sekaligus merayakan perjalanan 27 tahun Milenium Waterpark.
Perayaan tersebut dihadiri oleh anggota dan pengurus Paguyuban Sosial Masyarakat Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Tengah, Koko Cici Sulteng, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulteng, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulteng, dan komunitas Tai Chi.
Kehadiran berbagai elemen tersebut membuat perayaan tidak sekadar menjadi agenda budaya masyarakat Tionghoa, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan dan mempererat hubungan antarkomunitas di Kota Palu.
Tuan rumah kegiatan, Wijaya Chandra, mengatakan Moon Cake Festival memiliki pesan tentang rasa syukur, kebersamaan, kekeluargaan, dan harapan baik.
Menurutnya, Moon Cake Festival atau Mid-Autumn Festival dirayakan setiap tanggal 15 bulan kedelapan dalam penanggalan lunar Tionghoa, bertepatan dengan bulan purnama.
“Bentuk kue bulan yang bundar melambangkan kebersamaan dan keutuhan. Tradisi ini menjadi momentum untuk berkumpul bersama keluarga, berbagi kebahagiaan, serta memanjatkan doa dan harapan yang baik,” kata Wijaya.
Ia menjelaskan, tradisi tersebut pada awalnya berkaitan dengan rasa syukur atas hasil panen. Dalam perkembangannya, perayaan menjadi momentum berkumpul bersama keluarga dan berbagi kue bulan dengan kerabat maupun orang-orang di sekitar.
“Makna itu yang ingin kita hadirkan di Kota Palu. Bahwa rasa syukur dan kebersamaan tidak hanya menjadi milik satu kelompok, tetapi bisa dirayakan bersama,” ujarnya.
Moon Cake Festival juga lekat dengan legenda Chang’e, sosok perempuan dalam mitologi Tionghoa yang dipercaya tinggal di bulan.
Dalam kisah tersebut, Chang’e merupakan istri Hou Yi, seorang pemanah yang menyelamatkan bumi dengan menjatuhkan sembilan dari sepuluh matahari yang menyebabkan panas berlebihan. Atas jasanya, Hou Yi memperoleh ramuan keabadian.
Ketika ramuan tersebut hendak direbut oleh seseorang, Chang’e memilih meminumnya. Setelah itu, ia dipercaya terbang menuju bulan dan tinggal di sana. Kisah tersebut kemudian menjadi salah satu legenda yang melekat dengan tradisi penghormatan terhadap bulan dan perayaan Mid-Autumn Festival.
Di Palu, nilai-nilai tersebut dipertemukan dengan semangat kerukunan masyarakat yang hidup dalam keberagaman.
Perayaan malam itu sekaligus menjadi momentum bagi Milenium Waterpark memperingati 27 tahun perjalanannya. Selama lebih dari dua dekade, tempat tersebut tidak hanya menjadi ruang rekreasi, tetapi juga menjadi salah satu ruang pertemuan masyarakat dan berbagai komunitas di Kota Palu.
Rangkaian perayaan ini juga menjadi perjumpaan antara tradisi, persahabatan, dan kebersamaan. Di bawah suasana malam dan cahaya bulan, kue bulan tidak hanya hadir sebagai bagian dari tradisi, tetapi juga menjadi simbol pesan sederhana tentang pentingnya berkumpul, berbagi, dan menjaga hubungan baik di tengah keberagaman Kota Palu. JEF






